SUARA GARUT - Sempat viral video yang menunjukan warga Desa Way Haru, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, lampung, Sumatera Barat yang berjuang keras karena tidak memiliki infrastruktur yang layak.
Video berisikan warga Way Haru yang terpaksa menandu seseorang yang sakit sambil menempuh jalan yang jauh dan berlumpur untuk mencapai puskesmas
Seorang penduduk Way Haru bernama I Wayan Sudana melaporkan bahwa Satinah merupakan wanita berusia 35 tahun yang sedang ditandu karena mengalami keguguran dan tidak sempat mendapat perawatan.
"Awalnya dia keguguran. Namun, korban tidak mendapatkan perawatan, sehingga mengalami sakit-sakitan beberapa bulan ini," jelasnya, Selasa (4/10).
Menurutnya akses rumah Satinah ke tempat pelayanan kesehatan harus berjarak 18 kilometer.
"Saat itu kurangnya alat medis, sehingga tidak ada perawatan untuk ibu Sutina, menyebabkan kondisinya tak kunjung membaik," jelas Wayan.
Wayan menjelaskan bahwa disini sudah sejak lama tidak mendapat perhatian pemerintah, selain jalan yang sulit dilalui aliran listrik pun susah.
"20 tahun saya tinggal di sini, tetapi akses jalan belum pernah diperbaiki, bahkan listrik pun tidak ada, padahal di sini ada tiga desa dan penduduknya mencapai ribuan," jelasnya.(*)
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi
-
Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026
-
Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif
-
Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral
-
Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla
-
Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla
-
DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet
-
Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau
-
Dobrak Format Konvensional, Jakal Bookshop Fest 2026 Hadirkan 140 Aktivasi
-
Pembangunan Papua Masih Diiringi Konflik, Sejarawan Pertanyakan: Untuk Siapa?