News / Nasional
Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026). [Suara.com/ Novian Adriansyah]
Baca 10 detik
  • Iran dan Amerika Serikat menyepakati gencatan senjata selama dua minggu serta jaminan jalur aman di Selat Hormuz.
  • Pemerintah Indonesia menyambut positif kesepakatan tersebut guna menurunkan eskalasi konflik yang berdampak pada stabilitas ekonomi global.
  • Perundingan lanjutan akan dilaksanakan di Pakistan pada Jumat mendatang untuk mengupayakan perdamaian permanen di kawasan Timur Tengah.

Suara.com - Pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah menyambut positif segala upaya untuk menurunkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah tersebut.

"Ya sebagaimana yang tadi kami sampaikan, segala upaya untuk menurunkan eskalasi atau menurunkan ketegangan pastilah kita menyambut baik," kata Pras di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Pras mengingatkan dampak dari eskalasi konflik yang berpengaruh tidak hanya negara di kawasan, melainkan juga negara lain di seluruh belahan dunia.

"Karena apa pun yang terjadi sekarang ini kan dunia itu saling terhubung, berpengaruh juga terhadap kondisi di negara kita meskipun secara jarak cukup jauh kan," kata Pras.

Sebelumnya, sejumlah negara di kawasan Teluk dan Arab menyambut positif kesepakatan gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat, serta mendorong agar momentum ini dilanjutkan melalui jalur diplomasi guna mencapai perdamaian permanen di Timur Tengah.

Mengutip laporan Al Jazeera, Iran dan Amerika Serikat (AS) telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu yang juga mencakup jaminan jalur aman di Selat Hormuz.

Para pihak yang bertikai sepakat menangguhkan serangan saat perang memasuki hari ke-40, dengan harapan yang kini tertuju pada perundingan lanjutan yang akan digelar di Pakistan pada Jumat mendatang.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menangguhkan serangan dengan syarat Teheran membuka kembali akses penuh di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi sekitar 20 persen distribusi minyak global.

Pemerintah Iran melalui kementerian luar negerinya memastikan jalur tersebut akan dibuka sementara selama dua minggu melalui koordinasi dengan militer.

Masih menurut laporan Al Jazeera, pengumuman ini disambut perayaan di berbagai wilayah Iran.

Sejumlah pemimpin dunia juga menyambut baik perkembangan tersebut sebagai peluang meredakan konflik yang telah meluas ke berbagai negara di kawasan.

Konflik sebelumnya melibatkan sejumlah negara, termasuk negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yang menuduh Iran turut menargetkan infrastruktur sipil. Di sisi lain, Iran mengklaim serangannya menyasar aset militer AS di kawasan tersebut.

Situasi semakin kompleks setelah Hizbullah di Lebanon melancarkan serangan ke Israel pada 2 Maret, yang memperluas eskalasi konflik.

Israel sendiri mendukung gencatan senjata Iran-AS, namun menegaskan kesepakatan itu tidak mencakup Lebanon, meskipun Pakistan semula menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut juga mencakup Lebanon.

Load More