/
Senin, 24 April 2023 | 17:16 WIB
Tampak Gerbang Depan Istana Batu Tulis,Bogor. Dari sinilah keputusan politik PDI-P dicetuskan. (Sumber: bogorid_)

SUARA GARUT - Istana Batu Tulis akhir-akhir ini telah menjadi sorotan publik sejak Ketum PDI-Perjuangan, Megawati  Soekarnoputri mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024-2029.

Sebelumnya Megawati juga pernah melakukan beberapa kali pertemuan politik  dengan Jokowi, Prabowo dan terakhir dengan Ganjar Pranowo di Istana Batu Tulis.

Lantas, apa dan bagaimana hubungan  Istana Batu Tulis dengan sosok ketum PDI-P tersebut?

Berdasarkan catatan sejarah, Istana Batu Tulis dibangun sejak masa kolonial Belanda oleh seorang ahli vulcanologi  Belanda bernama Abraham Riebeeck.

Sejak meletusnya Gunung Salak tahun 1699, Reebeck  ditugaskan pemerintah Hindia Belanda untuk mengamati kondisi Buitenzorg (Bogor) akibat efek letusan Gunung Salak sekitar tahun 1704. Untuk itu  dia mendirikan tempat pengamatan di sekitar Batu Tulis.

Batu Tulis, adalah sebuah prasasti yang dibuat oleh Prabu Surawisesa,sebagai penghargaan anak terhadap jasa ayahnya Sri Baduga Maharaja atau  yang dikenal Prabu Siliwangi.

Kemudian pasca kemerdakaan di tahun 1960 Soekarno  membeli tanah di sekitar  itu  dan membangun tempat tersebut oleh arsitek RM.Soedarsono dengan  menyerupai istana Tampak Siring Bali.

Karena berlokasi tidak jauh dari Prasasti  Batu Tulis tersebut, maka sejak itu istana yang menjadi favoritnya Bung Karno tersebut dijuluki Istana Batu Tulis.

Pasca  Orde Baru berkuasa Istana ini menjadi lokasi pengasingan Soekarno dan menjadi tempat  peristirahatan favorit Soekarno dan menyimpan banyak catatan sejarah dan kehidupan pribadi beliau.

Baca Juga: Adu Harta Kekayaan Anies vs Prabowo vs Ganjar: Tiga Bakal Capres 2024

Namun kemudian pemerintahan Soeharto merubah hak  pengelolaan  atas tanah dan bangunan Istana Batu Tulis dan diputuskan  sebagai milik negara  melalui Keppres No. 2 Tahun 1973.

Namun di era Presiden Abdurrahman Wahid  pengelolaan istana ini dikembalikan kembali kepada ahli waris keluarga Bung Karno.

Sebagai saksi bisu sejarah dan catatan kehidupan pribadi Bung Karno, Istana Batu Tulis menyimpan banyak misteri yang bisa jadi mempengaruhi berbagai keputusan besar arah perjuangan bangsa ini.

Maka sejak itu keputusan tersebut tidaklah heran jika Megawati Soekarnoputri sering melakukan pertemuan politik di tempat.

Menjaga nilai tradisi dan sejarah yang ditorehkan oleh Bung Karno kiranya itu yang kemudian diteruskan oleh Megawati Soekarnoputri hingga saat ini. (*)

Load More