SUARA GARUT - Indonesia berhasil mengawinkan gelar pada cabang Atletik maraton 42 Km, di hari pertama perhelatan SEA Games Kamboja 2023.
Saat itu, pada cabang Atletic nomor maraton dua atlit Kebangsaan Indonesia Agus Prayoga, dan Odekta Elvina Naibaho berhasil mengawinkan medali emas.
Pelari putri Odekta Elvina Naibaho meraih medali emas usai mematahkan Le Thi Tuyet dari Vietnam, dan Christine Hallasgo dari Filipina.
Lain hal dengan Agus Prayoga, yang juga seorang perwira TNI AD, mampu mengkandaskan Nguyen Thanh Hoong dari Vietnam, dan Arlan Estobo Arbois dari Filipina.
Sukses di hari pertama perhelatan SEA Games Kamboja 2023 itu, diharapkan menjadi pintu pembuka mengejar target Indonesia menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.
Dikutip garut.suara.com dari chanel YouTube Antara TV Indonesia pada Minggu, (7/05/2023) pelari jarak jauh Agus Prayoga membeberkan rahasia sukses menyudahi pelari asal Vietnam.
Setelah menempuh jarak 42 KM dengan catatan waktu 2 jam 32 menit 59 detik dalam perlombaan yang digelar di kawasan situs warisan Dunia Angkor Wat Kamboja pada, Sabtu (5/05/2023) Agus membeberkan rahasia kesuksesanya.
Menurut Agus Prayoga, dirinya menyiapkan strategi khusus dengan melakukan aklimatisasi atau penyesuaian diri dengan cuaca di lokasi 4 hari sebelum perlombaan dimulai.
Hal itu dilakukan karena kondisi cuaca di Kamboja yang cukup panas dan memerlukan perencanaan strategi yang matang agar dapat tampil maksimal saat perlombaan.
Baca Juga: Acara Sempat Disabotase, Kader PAN Tetap Deklarasi Jadi Relawan Anies Baswedan Sebagai Capres
"Dari awal ngikut aja dan sampai Kilometer 17 saya inisiatif untuk mengambil alih pertandingan," kata Agus Prayoga.
Dia melakukan tancap gas hingga menjelang finis, karena mengantisipasi pelari dari Vietnam Nguyen Thanh Hoong.
Tahun lalu di SEA Games Vietnam, Nguyen Thanh Hoong, strateginya nyimpen tenaga, dan naik di 6 Km terakhir.
"Saya menjaga dia agar tidak naik di KM 6 terakhir, akhirnya di Km 17 saya yang memberanikan diri untuk mengambil alih pertandingan," katanya.
Lebih lanjut Perwira TNI AD itu, mengaku dirinya masih ingin kembali memperkuat Indonesia dalam ajang Sea Games di tahun mendatang. (*)
Berita Terkait
-
Usai Mencukur Filipina 3-0, Mampukah Timor Leste Taklukan Timnas Indonesia di Laga SEA Games Kamboja 2023, Begini Kata Pelatih Indra Safri
-
Angkor Wat, Saksi Sejarah Agus Prayogo Menjadi Yang Tercepat Maraton SEA Games Kamboja 2023
-
3 Negara Unggulan yang Berpeluang Gugur di Fase Grup SEA Games 2023, No. 2 Vietnam
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa
-
Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas