SUARA GARUT - Mengolah hasil asesmen sumatif menjadi nilai akhir mata pelajaran, terkadang kerap menemui kendala.
Kendala tersebut, sebenarya tidak akan muncul jika guru memahami esensi dari asesmen sumatif itu sendiri.
Terlebih disaat satuan Pendidikan menyelenggarakan asesmen sumatif akhir jenjang, atau, ketika hendak menentukan kelulusan peserta didik.
Istilah asesmen diartikan oleh Stiggins (1994), sebagai penilain proses, kemajuan, dan hasil belajar siswa.
Sebelumnya, garut.suara.com telah menyampaikan bahwa, asesmen suamtif digunakan untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran.
Atau bisa disebut, untuk mngetahui capaian pembelajaran, sebagai dasar dalam menentukan kenaikan kelas atau kelulusan dari satuan pendidikan.
Caranya yaitu dengan membandingkan pencapaian hasil belajar siswa, dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.
Pada akhir semester, atau fase berakhir, asesmen sumatif bersifat pilihan.
Asesmen sumatif bisa dilakukan pada akhir semester jika guru, merasa masih memerlukan konfirmasi atau informasi tambahan untuk mengukur capaian hasil belajar siswa.
Baca Juga: KPK Buka Peluang Selidiki Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur di Lampung
Akan tetapi, jika guru merasa data hasil asesmen selama satu semester telah mencukupi, tidak perlu lagi dilakukan asesmen sumatif pada akhir semester.
Hal yang perlu ditekankan, untuk asesmen sumatif, guru dapat menggunakan teknik, dan intrumen yang beragam.
Tidak hanya berupa tes, namun dapat menggunakan observasi, dan performa ( praktik menghasilkan produk, melakukan projek, atau membuat portopolio).
Sementara itu, umpan balik dari asesmen sumatif dapat digunakan untuk mengukur perkembangan siswa.
Yakni memandu guru, merancang aktivitas pada pembelajaran berikutnya. (*)
Berita Terkait
-
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Sampoerna Academy Bersinergi dengan Guru Sekolah se Jabodetabek
-
Tujuh Jurus Sukses Menjawab Asesmen Sumatif Akhir Jenjang SD dan SMP, Poin Terakhir Bisa Manfaatkan Getget
-
Ternyata Ini, Syarat Peserta Didik Dapat Dinyatakan Lulus dari Satuan Pendidikan, Guru Yang Menerapkan Kurtilas Wajib Perhatikan Tiga Hal
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
ROG AI Masterclass 2026: ASUS ROG Buka Edukasi AI di Yogyakarta, Kota Pertama Rangkaian Nasional
-
Sempat Rendahkan Timnas Indonesia, Sergio Aguero Ngamuk Usai Media Vietnam Sebut Malaysia Tim C
-
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas per 15 Agustus 2026
-
Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih
-
Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal
-
5 Rekomendasi Cushion Ringan untuk Harian dan Sekolah sesuai Review
-
Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah
-
5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
-
Sampaikan Duka Mendalam, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Darurat Gempa NTT Dipercepat