/
Selasa, 09 Mei 2023 | 14:04 WIB
IlustrasiSetengah dari 20 Persen Anggaran Pendidikan Berupa Dana Trasnfer Daerah, Abdul Fikri Faqih, Minta Ini Untuk Tingkatkan Kesejahteraan Guru dan Dosen. (Foto: Tangkapan layar/Ig.dpr)

SUARA GARUT - Kesejahteraan guru dan Dosen dinilai Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih tidak jelas.

Akibatya kata Abdul Fikri Faqih, berdampak pada kualitas pendidikan yang masih di peringkat bawah.

Politisi PKS Abdul Fikri Faqih, seperti dikutif garut.suara.com dari halaman hibar.pgrikabupatenbandung.id, berdasarkan informasi dilapngan tak sedikit guru, dan dosen mendapatkan upah dibawah standar layak.

Dirinya mendukung agar, kesejahteraan guru dan dosen ditingkatkan, mulai dari gaji, dan jaminan sosial.

Anggota DPR RI, Abdul Fikri Faqih menilai, kalau pendidikan mau maju, maka guru dan dosen harus jelas status, gaji, hingga jelas pula jaminan sosialnya.

Padahal kata dia, tenaga pendidik, memiliki beban kerja yang cukup berat, salah satunya adalah ddosen, Imbuhnya.

Selain memberikan pengajaran, dosen dituntut melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat sesuai Tri Darma Perguruan Tinggi.

Oleh sebab itu, dirinya meminta pemerintah Indonesia mengurai efektivitas penggunaan 20 persen anggaran pendidikan.

"Hampir separuh dari 20 persen anggaran pendidikan, berupa trasnfer daerah. efektifkah untuk pendidikan?," ujarnya.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Teddy Minahasa Divonis Penjara Seumur Hidup!

Dirinya meminta Kemendikbudristek, perlu melakukan koordinasi intensif lintas kementerian, sehingga mendapat dukungan penyelenggaraan pendidikan.

Sebabnya menurut Abdulah Fikri Faqih, pendidikan merupakan urusan wajib, yang didesentralisasikan secara baik. (*)

Load More