/
Kamis, 11 Mei 2023 | 14:29 WIB
Empat ulama asal Garut yang berpengaruh di dunia. Simak peranannya di sini. (Foto: Ilustrasi)

SUARA GARUT - Sebagai umat muslim, kita tidak akan mengenal tuhan kita ajika tidak ada ulama yang mengajarkan kita untuk mengenal tuhan dan nabi kita melalui ilmu mereka.

Namun banyak dari kita yang tidak tahu bahwa banyak ulama dari daerah bisa mendunia. Khususnya ulama Garut yang menjadi ulama di dunia dan banyak mendidik santri dari berbagai negara.

Berikut ini empat ulama yang menjadi ulama dunia karena pengaruh ilmu dan perannya.

Pertama Syekh Muhammad Adzro’i (wafat 1918 M) bin Syekh Abdul Wahab bin Syekh Muhammad Arif bin Syekh Nuryayi, ia merupakan ulama asal Bojong sehingga dikenal dengan nama Mama Bojong.

Iapun merupakan murid dari Syekh Ibrohim al Bajuri yang mengarang Kitab Mas’alah fil ‘Aqoid ala Bajuri dan dikenal dengan Kitab Tijan an Daruri syarahan Syekh Nawawi al Bantani.

Ia merupakan ayah dari Syekh Muhammad Umar Bashri pendiri Pondok Pesantren Fauzan Sukaresmi, selain itu iapun merupakan guru dari KH Ahmad Syatibi (Mama Gentur), KH Syuja’i (Mama Gudang-Tasikmalaya), Haji Hasan Mustafa (Penghulu Besar Bandung) dan lain-lain.

Syekh Adzro’i berbesan dengan pengarang kitab I’anatut Thalibin atau dikenal dengan Kitab I’anah karya Syekh Muhammad Abu Bakar Syatha atau Syekh Bakri Syatha. Kitab I’anah sendiri merupakan kitab yang menjadi referensi para ulama di dunia sampai saat ini. Putranya yang bernama Syekh Ahmad Syatha menikahi putri dari Syekh Adzro’i yang bernama Nyimas Unang Maemunah.

Kedua Syekh Muhammad bin Syekh Hasan Bashri bin Syekh Salim bin Syekh Nuryayi, Syekh Muhammad dikenal juga dengan Syekh Jabal Qubais.

Ia merupakan ulama asal Cibunut Garut. Berdasarkan keterangan Snouck Hurgronje, ia merupakan ulama yang menetap di Mekah dan mendidik banyak santri dari berbagai negara di Mekkah.

Baca Juga: Yuk Intip Para Pemain Drama My Heart is Beating, Ada Taecyeon 2PM!

Ketiga, Syekh Siroj bin Muhammad bin Syekh Hasan Bashri bin Syekh Salim bin Syekh Nuryayi. Ia merupakan pengajar Ilmu Qira’ah di Masjid al-Haram dan di kediamannya di distrik (hay) al-Qasyâsyiyyah.

Iapun didaulat untuk menjadi muqrî (pelantun al-Qur’an) yang dilantik resmi oleh Kerajaan Saudi Arabia dan rutin melantunkan al-Qur’an di Masjid al-Haram setiap harinya.

Keempat, KH Anwar Musaddad pendiri Pondok Pesantren al Musaddadiyah, ia merupakan ulama Garut yang pernah menjadi Imam shalat Jum’at di Mesir karena diminta oleh Presiden Gamal Abdul Nasser saat berkunjung bersama Presiden Ir Soekarno.

Demikian empat ulama asal Garut yang berpengaruh di dunia.(*)

Editor: Farhan

Load More