SUARA GARUT - Wacana untuk merevisi UU ASN Nomor 5 Tahun 2014, sepertinya hanya akal-akalan untuk menarik simpati suara honorer.
Para tenaga honorer tersebut di iming-imingi sebuah harapan, jika UU ASN direvisi dapat memuluskan pintu masuk menjadi PNS.
Pada periode tahun 2016-2018, honorer se-Indonesia memang sempat menyuarakan slogan,"PNS Harga Mati," namun hal tersebut tentu tidak semudah yang dibayangkan.
Meski para politisi di DPR RI kala itu, berkali-kali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam membahas revisi UU ASN.
Saat itu, Revisi UU ASN sudah masuk dalam program legislasi nasional, hingga proses harmonisasi DPR, namun selalu menemui jalan buntu.
Ketum FHK2 Indonesia Titi Purwaningsih, Cecep Kurniadi dari Garut, Retno Edi Kurniadi dari Cianjur, bersama FAGAR hingga berdarah-darah mereka memekikkan api perjuangan memastikan UU ASN dapat direvisi.
Namun, pintu masuk menjadi PNS tersebut hingga kini masih sebatas wacana, yang terdengar manis, semanis lidah dari yang ingin mendapat simpati dari honorer.
Kini, ketua Forum Honorer K2 tenaga Administrasi Indonesia Andi Melyani Kahar, meminta jangan menolak PPPK.
Selain itu dia juga mengatakan jangan banyak berharap pada revisi UU ASN Nomor 5 Tahun 2014, sebagai pintu masuk PNS.
Baca Juga: Bang Chan Stray Kids Tulis Permintaan Maaf, Fans: Kamu Tidak Salah
Sean sapaan akrab Andi Melyani Kahar beralasan, pemerintah tengah menggiring honorer menjadi PPPK bukan PNS.
"Jangan menolak kebijakan PPPK, posisi honorer malah lemah, sewaktu-waktu bisa dicoret Pemda," ungkap Sean dikutip dari JPNN, Pada Kamis, (18/05/2023).
Menurut Sean, sebaiknya honorer teknis terima saja menjadi PPPK, dari pada nasibnya tidak jelas mengharap PNS. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Anak Indonesia Sampai Mars, 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-Anak Nonton Pelangi di Mars di Bioskop
-
Monster Baterai 9.020 mAh, iQOO Z11 Siap Mengguncang Pasar China Mulai 26 Maret 2026
-
6 Deretan Fakta Rute Sawah Google Maps Menuju Tol Jogja-Solo Lebaran 2026, Pemudik Jadi Korban
-
Setelah Libur Lebaran, Harga Emas Antam Mulai Naik Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram
-
John Herdman, FIFA Series 2026 dan Lini Tengah Skuat Final yang Tak Lagi Jadi Dapur Pacu Serangan
-
Setelah Libur Panjang, IHSG Bergerak Dua Arah Rabu Pagi ke Level 7.100
-
Perang Mobil Bekas 90 Jutaan: Avanza Tangguh, Ertiga Nyaman, atau Sigra Rasa Baru?
-
36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 25 Maret 2026: Klaim 5 Juta Koin dan 500 Permata Gratis Sekarang
-
Google Gemini Siap Hadirkan Avatar 3D Mirip Wajah Asli, Bisa Kloning Diri untuk Video dan Konten
-
Dulu Tidur di Pom Bensin dan Makan Warteg, Rey Bong Kini Balas Budi Jadikan Ayahnya 'Bos'