SUARA GARUT - Pantauan garut.suara.com dari chanel YouTube calon guru kanjeng mariyadi, pada Senin, (22/05/2023), ternyata tidak semua guru honorer prioritas satu (P-1) bisa mulus diangkat menjadi ASN PPPK 2023.
Kanjeng Mariyadi dalam chanel YouTube calon guru menjelaskan meski guru tersebut sudah masuk P-1, belum tentu seluruhnya bisa diangkat ASN PPPK.
Namun bukan saja untuk guru honorer P-1, hal tersebut juga berlaku untuk yang masuk Prioritas satu, hingga P-4.
Seperti diketahui, seleksi PPPK guru 2022 sebenarnya menyisakan banyak sekali pekerjaan rumah (PR), diantaranya, guru P1, P2, P3, dan juga P4 tidak bisa resume karena formasinya habis.
Masalah lainya adalah, guru P-1 yang mengalami pembatalan bahkan tidak mendapatkan penempatan, termasuk, P-2, P-3.
Atau guru P-4 yang tidak lulus passing grade (PG), serta yang kalah perangkingan.
Melihat mekanisme seleksi PPPK guru yang akan diterapkan tahun 2023, tampaknya sejarah akan terulang kembali pada seleksi 2023.
Dalam seleksi PPPK guru tahun 2023, yang paling berperan adalah soal ketersediaan formasi.
Ketersedian formasi dari pemda, diajukan melalui e-formasi ke Kemenpan Rb, selanjutnya akan di kaji, ditelaah, dan di komunikasikan dengan kementerian terkait.
Baca Juga: Biaya Haji Furoda 2023: Fasilitas, Syarat, Cara Daftar Langsung Berangkat ke Tanah Suci
Formasi PPPK guru yang diusulkan Kemendikbudristek, akan ditetapkan melalui SK penetapan formasi dari Kemenpan RB.
Meski begitu, penentu kelulusan bukan hanya formasi yang dibuka oleh Pemda dari segi kuantitas saja, namun akan ditentukan oleh formasi per mata pelajaranya (permapel).
Selanjutnya, formasi permapel akan dibagi kembali berdasarkan lineritas ijazah yang di miliki oleh peserta seleksi.
Linieritas ijazah dengan formasi permapel termasuk menjadi penentu pelamar bisa melanjutkan proses rekrutmen PPPK guru tahun 2023.
Pasalnya, pada proses seleksi PPPK guru tahun 2023, sepertinya tidak berlaku formasi lintas instansi.
Jadi, kita hanya bisa mendaftar pada formasi yang tersedia di instansi kita sendiri.
Berita Terkait
-
Keukeuh Minta Diangkat ASN PPPK Sesuai Jumlah Guru Lulus PG, GLPGPPPK Gelar Aksi Unjukrasa, Sebabnya Ini
-
Percepat Penuntasan Guru P-1 Tanpa Formasi, FGHNLPSI Dorong Kemdikbudristek Lakukan Program Linieritas Mapel PKWU
-
Proses Sertifikasi Guru Dinilai Berbelit-Belit, Begini Tanggapan Ketum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring