SUARA GARUT - Meski sempat diperpanjang hingga 7 Mei 2023, nyatanya ajuan usulan formasi guru PPPK dari daerah masih sangat rendah, jika dibanding kebutuhan Kemendikbudristek.
Daerah lagi-lagi menjadi sasaran pemerintah pusat atas rendahnya ajuan formasi guru ASN PPPK tahun 2023.
Berdasarkan data yang masuk, jumlah formasi dari daerah hanya sebesar 40 persen dari total kebutuhan 601,174 orang.
Menurut Nadim jika pola itu terus dibiarkan, mustahil permasalahan honorer bisa tuntas tahun ini, terlebih sisa guru yang lulus passing grade.
"Jika sistem ini dibiarkan terus, sulit untuk menuntaskan masalah guru honorer terutama guru lulus PG," kata Mas Menteri.
Sejauh ini, alasan daerah enggan mengusulkan formasi tersebut, karena khawatir dengan pembayaran gaji, dan tunjangan untuk PPPK.
Sedangkan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah jelas menerbitkan PMK Nomor 212/PMK.07 Tahun 2022, didalamnya mengatur soal Dana Alokasi Umum salah satunya soal gaji dan tunjangan PPPPK 2022-2023.
Dengan tegas Pemerintah tidak akan menurunkan DAU, untuk guru PPPK, jika daerah tidak mengangkat guru PPPK tersebut.
Menyikapi hal tersebut, Menteri Nadim tengah menyiapkan regulasi baru berupa Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Manajeman ASN.
Baca Juga: Sudah Kerja Sejak Februari, PSSI Era Erick Thohir Baru akan Dilantik Besok, 26 Mei 2023
Dengan RPP tersebut, pemerintah sudah menyiapkan solusi penyelesaian guru honorer dengan menggunakan tiga mekanisme baru.
Tiga solusi tersebut imbuh Nadim, akan diterapkan dalam rekrumen guru ASN 2024 mendatang.
Terpisah Deputi SDM Aparatur KemenPAN-RB Alex Deni menyebutkan timline RPP manajeman ASN selesai oktober 2023.
"Nantinya rekrutmen CPNS dan PPPK guru akan menggunakan reglasi terbaru tersebut," pungkasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
5 Rekomendasi Body Lotion SPF di Indomaret, Harga Mulai Rp20 Ribuan
-
Maaf Aku Lahir ke Bumi: Refleksi tentang Luka yang Tidak Pernah Bersuara
-
Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Murah Tapi Gak Murahan! 7 HP Samsung Terbaik 2 Jutaan
-
Bobon Santoso Percaya Cerita Pelaku Pemukulan, Bro Ron Kesenggol: Bon, Yakin Mau Ikutan?
-
Urutan Skincare Malam Hari Jika Pakai Produk Retinol agar Kulit Tidak Iritasi
-
Dari Gang Kecil ke Panggung Dunia, Priska Bawa Budaya terbang Lebih Tinggi Bersama BRI
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat