SUARA GARUT - Ketum Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI) Heti Kustrianingsih mengaku khawatir dengan sistem perekrutan baru yang ditawarkan Menteri Nadim.
Kekhawatiran itu ditujukan pada nasib sisa guru prioritas satu (P1), yang sampai saat ini masih belum ada kejelasan lanjutanya.
Menurut Heti cukup beralasan, pasalnya minimnya pengajuan formasi guru tahun 2023, yang carut marut akibat beberapa daerah yang minim pengajuan, bahkan sama sekali tidak mengusulkan formasi.
Oleh sebab itu, Heti khawatir guru lulus passing grade tidak dapat terekrut seluruhnya, padahal mereka sudah lulus.
Adanya sinyal sistem baru dalam perekrutan ASN PPPK yang akan diterapkan Menteri Nadim, Heti khawatir guru P1 tidak terakomodir tahun ini secara menyeluruh.
Tercatat usulan Pemda yang masuk e-formasi hingga 7 Mei sebanyak 278,102 atau 46 persen dari total kebutuhan guru 2023, sebanyak 601,174.
"Mas Menteri dan Bu Nunuk menyebutkan tidak semua guru P1 dapat terakomodasi sedangkan yang tersisa sebanyak 62,546 orang," kata Heti Kustrianingsih dilansir garut.suara.com dari JPNN, Kamis, (25/05/2023).
Yang membuat dia sedih, guru P1 PKWu paling terdampak, karena banyak yang tidak terakomodir dalam perekrutan 2023.
Menurutnya, jika P1 PKWU banyak tersisa, tentu akan mengikuti seleksi ASN dengan sistem baru.
Baca Juga: Keluarga Tidak Percaya Siswa SMP Athirah Makassar Bunuh Diri, Polisi Periksa Empat Saksi
Diakuinya meski belum memahami benar sistem baru tersebut seperti apa, akan tetapi Heti melihat ada jebakan Batman di dalamnya.
Yang paling dia khawatirkan menurut Heti yaitu dengan sistem Marketplace.
"Kok guru disamakan dengan barang dagangan ya," ungkap Heti dilansir dari JPNN.
Selanjutnya kekhawatiran kedua, ketika perekrutan diserahkan kepada sekolah, bisa saja dengan otoritas legal dari sistem ini membuat lebih cemas.
"Bisa saja posisi Kepala Sekolah makin kuat," katanya.
Kelhawatiran itu, terletak pada posisi guru PKWU denan Kepala sekolah, jika hubunganya tidak harmonis, maka tamatlah riwayat nasib guru P1.
Berita Terkait
-
Ajuan Formasi Guru PPPK Dari Daerah Minim, Begini Terobosan Menteri Nadim dan Deputi SDM Kemenpan RB
-
Kabar Baik Untuk ASN PPPK, Prof Nunuk Sebut Periode Masa Perjanjian Kerja Akan Dihilangkan, Begini Katanya
-
Komisi X DPR RI Gelar RDP Penuntasan Guru Honorer, Menteri Nadim Beberkan Tiga Pilar Solusi Permanen, Poin Dua Bikin Sekolah Happy
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Dalam 24 Jam, Serangan Udara Zionis Israel Tewaskan 41 Orang di Lebanon
-
UMP Naik Tiap Tahun, Kenapa Buruh Makin Tertekan Biaya Hidup?
-
Bruno Fernandes Menggila! Tinggal Selangkah Pecahkan Rekor Legendaris Thierry Henry
-
Antrean BBM Mengular di SPBU Pekanbaru, tapi Pertamina Sebut Stok Aman
-
Cium Aroma Rekayasa Kasus Pembunuhan Indramayu, DPR Minta Mabes Polri-Kejagung Turun Tangan
-
Bareng Ed Sheeran, Elkan Baggott Rayakan Ipswich Town Promosi ke Premier League
-
4 Cleansing Balm Bersihkan Makeup Remover, Harga Affordable Cuma Rp24 Ribu
-
Banyak Perlintasan Sebidang Tanpa Penjaga, Pemprov DKI Jakarta Siap Support KAI
-
5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
-
Arsenal Hajar Fulham, Keputusan Kontroversial Mikel Arteta Jadi Sorotan