News / Internasional
Minggu, 03 Mei 2026 | 09:36 WIB
Puluhan ribu warga Lebanon yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di wilayah selatan, meski gencatan senjata dengan Israel masih diwarnai pelanggaran. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Serangan udara Israel di Lebanon selatan menewaskan 41 orang dalam 24 jam terakhir meski gencatan senjata sedang berlaku.
  • Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat total 2.659 korban tewas dan 8.183 terluka akibat serangan Israel sejak 2 Maret lalu.
  • Konflik Israel dan Hizbullah telah memaksa lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi akibat operasi militer yang terus berlangsung.

Suara.com - Serangan udara Israel di wilayah Lebanon selatan menewaskan sedikitnya 41 orang dalam 24 jam terakhir, meski gencatan senjata antara kedua pihak secara resmi masih berlaku.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut gelombang serangan terbaru pada Sabtu menambah total korban tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret menjadi 2.659 orang, dengan 8.183 lainnya terluka.

Dikutip dari Aljazeera, otoritas Lebanon melaporkan sedikitnya 10 orang tewas dalam serangan udara Israel pada Sabtu saja.

Tiga korban dilaporkan tewas di kota Shoukine, dua lainnya dalam serangan terhadap mobil di Kfar Dajjal, sementara tiga orang tewas setelah sebuah rumah dihantam di desa Lwaizeh.

Serangan tambahan juga dilaporkan terjadi di Nabatieh, Siddiqine, dan sejumlah wilayah lain di Lebanon selatan.

Israel serang Lebanon (Antara)

Israel menyatakan operasi militernya menargetkan kelompok bersenjata Hizbullah yang didukung Iran.

Namun otoritas Lebanon menyebut banyak korban tewas merupakan warga sipil.

Konflik terbaru antara Israel dan Hizbullah telah memaksa lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi dari rumah mereka.

Gencatan senjata 10 hari yang diumumkan pada 17 April dan diperpanjang hingga pertengahan Mei dinilai tidak berjalan efektif.

Baca Juga: Zionis Israel Targetkan Anak Sekolah, Pelajar 14 Tahun Ditembak Mati di Tepi Barat

Sementara itu, China melalui utusannya di PBB juga menilai tidak ada gencatan senjata nyata di Lebanon, melainkan hanya pengurangan intensitas tembakan dan mendesak Israel segera menghentikan pemboman.

Load More