- NEXT Indonesia Center mengungkapkan bahwa pertumbuhan UMP nasional periode 2021-2025 konsisten tertinggal dari kenaikan garis kemiskinan yang melonjak.
- Data menunjukkan rata-rata kenaikan UMP hanya 4,47 persen, sedangkan kebutuhan hidup minimum masyarakat meningkat hingga 6,04 persen.
- Indeks Kesejahteraan Buruh tahun 2025 mencapai 92,6, menandakan daya beli riil buruh belum pulih ke level sebelum pandemi.
Suara.com - Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang terjadi setiap tahun belum mampu menjamin peningkatan kesejahteraan buruh. Riset terbaru NEXT Indonesia Center menunjukkan, pertumbuhan upah masih tertinggal dari laju kenaikan biaya hidup dalam beberapa tahun terakhir.
Kesejahteraan buruh di Indonesia masih menghadapi tantangan struktural yang berat meski angka upah nominal terus mengalami kenaikan setiap tahun.
Riset terbaru NEXT Indonesia Center mengungkapkan bahwa pertumbuhan UMP secara rata-rata nasional sering kali gagal mengejar laju kenaikan biaya hidup atau garis kemiskinan.
“Kenaikan upah yang terjadi selama ini cenderung bersifat reaktif. Kebijakan pengupahan kita masih lebih banyak berperan sebagai instrumen penyesuaian setelah beban biaya hidup melonjak, bukan sebagai alat yang konsisten mendorong kesejahteraan riil buruh," ujar Kepala Peneliti NEXT Indonesia Center, Ade Holis di Jakarta, Minggu (3/5/2026).
Berdasarkan analisis data periode 2021-2025, rata-rata nasional UMP hanya tumbuh sekitar 4,47 persen. Di sisi lain, garis kemiskinan atau kebutuhan hidup minimum justru merangkak naik lebih tinggi di angka 6,04 persen.
Ketimpangan ini menunjukkan bahwa daya beli buruh secara agregat mengalami tekanan yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir.
Ade Holis menekankan bahwa kondisi paling mengkhawatirkan terlihat pada tahun 2021 dan 2022.
Pada 2021, kenaikan UMP sangat terbatas, hanya sekitar 0,46 persen, sementara garis kemiskinan tetap meningkat di kisaran 3,93 persen.
"Ini mencerminkan betapa beratnya tekanan yang dihadapi buruh, apalagi upah mereka relatif stagnan saat biaya kebutuhan dasar tetap melesat akibat dampak krisis," tambahnya.
Baca Juga: Dasco: Pemerintah Akan Ambilalih 'Perusahan Sakit' agar Tak Ada PHK Buruh
Meskipun ada perbaikan pada 2023 dengan kenaikan UMP mencapai 10,38 persen, melampaui pertumbuhan garis kemiskinan yang mencapai 8,90 persen, momentum tersebut tidak bertahan lama.
Pada 2024, laju upah kembali melambat menjadi 3,40 persen, tertinggal jauh dari kenaikan garis kemiskinan yang mencapai 5,90 persen.
Hal ini membuktikan bahwa perbaikan kesejahteraan yang terjadi sering kali bersifat temporer.
Untuk mengukur kondisi tersebut, NEXT Indonesia Center mengembangkan Indeks Kesejahteraan Buruh (IKB) dengan tahun dasar 2020.
Hasilnya, sepanjang 2021 hingga 2025, IKB konsisten berada di bawah angka 100. Pada 2025, indeks bahkan menyentuh level 92,6.
Ade Holis menyebutkan bahwa kondisi itu menandakan bahwa daya beli riil buruh belum sepenuhnya pulih ke level sebelum pandemi, meski ekonomi secara umum telah menunjukkan perbaikan.
Berita Terkait
-
Dasco: Pemerintah Akan Ambilalih 'Perusahan Sakit' agar Tak Ada PHK Buruh
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day Vibes: Kerja Jalan, Harga Naik, Pekerja Perempuan Makin Overthinking
-
Katanya Kota Industri, Gaji Buruh Cilacap di Bawah UMK
-
May Day 2026 di Bandung Berakhir Ricuh, Polisi Ringkus Kelompok Perusuh Berbaju Hitam
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Apa itu Pelembap dan Fungsinya? Ini 6 Manfaat Moisturizer
-
Kebakaran Hutan Hanguskan 4 Hektare Hutan Jati di Jalur Arak-Arak Situbondo
-
4 Body Lotion Ringan dan Menyejukkan, Penyelamat Saat Cuaca Terik!
-
Detik-detik Hilangnya Nelayan Situbondo di Laut Jangkar, Ponsel Masih Ada di Perahu
-
Dari Resep Keluarga ke Petak Enam, Tuan Wen 1980 Hidupkan Lagi Kue Peranakan Tionghoa
-
AHY Minta Evaluasi Total Keselamatan Kapal usai Kebakaran KM Mutiara Sentosa II
-
Bikin Deg-degan! Doan Van Hau Bawa Ancaman Nyata untuk Timnas Indonesia
-
IHSG Hari Ini Dibayangi Data Ekonomi, Cek Saham Rekomendasi dari Para Analis
-
Dari Contekan ke Korupsi: Benang Merah yang Sering Kita Abaikan
-
Menginap Hanya Berjarak 6 Menit dari Pakansari, Vietnam Panaskan Atmosfer Jelang Lawan Indonesia