"Dan ketika PPPK tidak dibayar, tidak diangkat bahkan sampai hari ini ada PPPK yang sudah lolos tidak digaji sampai hari ini, atau ada yang sudah mendapat gaji tapi tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah," ungkapnya.
Oleh sebab itu Anita Jacoba meminta Komisi X DPR RI memanggil Menteri Keuangan untuk menjelaskan semuanya.
"Apakah Ibu Menteri Keuangan menganggap remeh masalah ini, apakah Komisi XI menganggap remeh masalah ini," kata Anita Jacoba.
Namun sambung Anita tidak bisa seperti itu, karena Komisi X juga sedang berbicara masalah rakyat.
"Jadi jangan coba-coba menghalag-halangi ketika kami bekerja untuk rakyat," tegasnya.
Anita meminta pimpinan Komisi X, berkirim surat ke Komisi XI, bahkan jika perlu ke Pimpinan DPR RI.
"Hadirkan Menteri keuangan di Komisi X supaya jelas, apa yang di transfer ke daerah itu supaya jelas" tegasnya.
Karena kadang-kadang daerah menyebut sudah di trasnfer, tapi uang nya kurang pas.
"Lho lalu hitung-hitunganya bagaimana, makanya saya ingin tanya persoalan ini, Dana DAU di daerah banyak diselewengkan " ujar Anita.
Baca Juga: Mobil Listrik Skoda Vision 7S, Kendaraan SUV Elektrik yang Futuristik Bisa Tempuh Jarak 373 Mil
Bagaimana itu pengawasan dana yang di trasfer ke daerah oleh Kementerian Keuangan.
"Jangan dibiarkan pemerintah daerah berkeliaran dengan dana DAU untuk gaji PPPK, kita berjuang mati-matian, tapi kok di sewengkan, kok diam saja pemerintah pusat," kata Anita dalam tayangan YouTube komisi X DPR RI chanel. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan