SUARA GARUT - Wakil Ketua DPD LPM Kabupaten Garut, Budy Ocong Minta Wakil Bupati Garut dr.Helmi Budiman Segera Evaluasi Petugas RSUD dr.Slamet Garut.
Hal itu di ungkapkan, Setelah mendampingi keluarga pasien yang tidak mampu di rumah RSUD dr.Slamet Garut, kamis 1 Juni 2023, Pukul 18:30 Wib
Budy Ocong menjelaskan pasien tidak mampu atas nama Celsi Warga kelurahan Jayawaras, Tarogong Kidul, Garut itu, kesulitan untuk membayar biaya rawat inap.
Selama dua hari Celsi terpaksa harus membayar melalui pasilitasn umum karena BPJS belum aktif.
Adapun biaya yang harus dibayar selama dua hari itu sebanyak satu juta delapan ratus ribu rupiah.
Sementara keluarga Celsi berusaha keras pinjam kesana kemari mencari uang pinjaman, untuk membayar tagihan, sayangnya hanya mendapatkan satu juta rupiah.
Awalnya uang itu akan disetorkan ke rumah sakit, namun seorang petugas RSUD dr.Slamet Garut berinisial S menolak pembayaran karena minta dilunasi seluruhnya.
Budy Ocong sangat kecewa karena seharusnya uang itu diterima dulu. karena pihak keluarga sudah berusaha keras mencari sisanya.
Pihak keluarga akan berusaha melunasi tagihan tersebut.Sambil mencari sisa tunggakan tagihan, keluarga bahkan siap menjaminkan KTP namun ditolak oleh petugas yang berinisial S.
Baca Juga: 5 Fakta Mengerikan Sonny Bunuh Hotimah: Akting Ikut Tahlilan Usai Gorok Leher Korban
Atas peristiwa itu, Ia menyayangkan kejadian atas perlakuan pihak Rumahsakit, seharusnya petugas bisa memberikan toleransi.
Karena pihak keluarga pasien benar-benar akan mencari sisa tunggakan, bahkan posisi pasien masih dirawat di Rumah sakit tersebut.
“Jadi waktu itu, saksinya dari Bank BJB, termasuk pak Hamjah dari Pentor, malah pak Hamjah bilang KTP harus 2,saya simpan 1.000.000 yang 150.000 buat pegangan makan pasien," kata Budy Ocong.
Masalahnya kata Budy Ocong saat itu, ia hanya memiliki uang sebesar Rp. 1.150.000.
Untuk itu dia berniat menyimpan dulu satu juta rupiah, lagi pula pasien masih dirawat, dan petugas tetap menolak.
"Padahal setahu saya setiap warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan," kata Budy Ocong Kamis malam 1 Juni 2023.
Jadi tolong dijaga nama baik RSUD sambung Budy, sekali bikin salah tetap nama instansi dan pemimpin yang terkena dampak, bukan nama individu, imbuhnya.
Sementara itu untuk biaya rawat selanjutnya sudah ditanggung oleh BPJS, pihak keluarga pasien hanya tinggal memikirkan biaya rawat dua hari tersebut.
“Untuk menyikapi hal ini saya berbicara mewakili masyarakat kabupaten Garut, jelas Regulasinya Permendagri 18 thn 2018. DPD LPM itu bukan kader tapi memfasilitasi antara masyarakat dengan intansi termasuk RSUD,” katanya.
Iwan Sutiawan keluarga pasien Celsi berharap petugas tersebut, dapat memberikan toleransi, selagi pihaknya tengah berusaha mencari uang untuk menutupi sisanya.
Adapun sisa tunggakan delapan ratus ribu rupiah pasti akan dibayarkan.
Oleh karena itu dia berharap uang satu juta rupiah itu diterima dulu.
Namun Iwan Sutiawan sangat kecewa karena petugas berinisial S itu bersikeras harus dilunasi segera.
“Iya saya sebagai keluarga pasien Celsi saya cari uang pinjaman dari jam 20.00 WIB sampai jam 22.00 WIB udah dapat uang 1.000.000 muter-muter hasil pinjaman tidak diterima oleh pihak rumah sakit tidak bisa dengan alasan harus ada KTP setelah KTP ada tidak juga diterima oleh petugas yang bernama ibu S,” kata Iwan.
Dengan demikian Budy Ocong minta Bupati dan Wakil Bupati Garut Serta Sekretaris Daerah Segera Evaluasi manajemen RSUD dr.Slamet, Sebagai mana yang telah di janjiikan oleh Wakil Bupati dr.Hemi Budiman waktu itu.(*)
Berita Terkait
-
Luluskan 392 Siswa, Sebagian Besar Alumni SMAN 15 Garut Memilih untuk Bekerja Ketimbang Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi
-
Wagub Jabar Tegaskan Segera Eksekusi Lahan Pemprov Yang Diserobot AJ di SMAN 2 Garut
-
Enjang Tedi Laporkan Penyerobotan Lahan Milik Pemprov di SMAN 2 Garut ke Wagub Jabar
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
BLACKPINK Bawa Pesan Keberanian dan Persatuan di Comeback Lagu Terbaru, Go
-
Amnesty International Anggap Tuntutan Jaksa Terhadap Delpedro Cs Sebagai Operasi Pembungkaman Kritik
-
Yamaha Racing Indonesia Rilis Formasi Pembalap 2026 Demi Target Juara Dunia
-
Antara Idealisme dan Uang: Realita Pembajakan Buku dalam Selamat Tinggal
-
2 Kejanggalan Sikap Ayah Bocah di Sukabumi yang Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Apa Itu?
-
Anies Baswedan Soroti Keberhasilan Gerakan Rakyat di Ultah Pertama: Bukan Sekadar Papan Nama!
-
BKSDA Sumbar Tangkap 2 Pelaku Perdagangan Tapir di Pasaman, Satwa Mau Dikirim ke Medan
-
Sikat MU Lima Gol Tanpa Balas, Persib Punya Modal Buat Kalahkan Persebaya
-
3 Warna Lipstik yang Bikin Wajah Awet Muda dan Segar, Jangan Salah Pilih!
-
Pembacokan Mahasiswi UIN Suska: Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Terpikat Sejak Sama-sama KKN!