SUARA GARUT - Dipantau garut.suara.comm dari chanel YouTube milik Sahabat Digiprint pada, Sabtu, (3/06/2022) progres penetapan NI PPPK terpantau baru mencapai 3,276 tervalidasi.
Sahabat Digiprint dalam tayangan video yang tayang di YuTube menyebutkan dari total masuk 25,856 berkas, baru 3,276 yang tervalidasi.
Berdasarkan data tersebut pengusulan NI PPPK di daerah ini baru mencapai 13 persen yang sudah di ACC.
Salah satunya seperti yang telah dilakukan di Pemerintah Kabupaten Sumenep, daerah tersebut malah sudah memberikan SK Pengangkatan ASN PPPK di detik akhir batas akhir pengusulan NIP PPPK.
Selain Sumeneup, terdapat Pemkab Bangkalan Jawa Timur usul 810, proses Verifikasi 277, 4 orang Berkas Tidak Sesuai (BTS), dan baru di ACC sebanyak 529 orang.
Pemkab Sumenep sendiri menjadi daerah pertama di Indonesia yang sudah sukses melakukan penyerahan SK kepada PPPK guru.
Selain itu, yang sudah mendekati seratus persen ada Pemkab Pamekasan Jawa Timur, dari usul 583, 4 orang berproses, dan 579 sudah di acc.
Namun terdapat beberapa daerah lain, seperti Sidoarjo, Gresik, Bojonegoro, Probolinggo yang tidak ada data sama sekali.
Sehingga Sahabat Digiprint menyimpulkan progres penetapan NI PPPK di Jawa Timur baru mencapai 13 persen.
Baca Juga: Ingin Punya Ayam Adu dengan Leher Sekuat Beton, Lakukan 5 Cara Ini
Data tersebut berhasil dihimpun Garut suara.com dari Kanreg BKN Regional II Surabaya, dan chanel YouTube Sahabat Digiprint.
Sementara itu, hingga saat ini untuk kanreg BKN regional III Bandung Jawa Barat, belum memberikan update informasi terkait perkembangan penetapan NI PPPK.
Meski Begitu, pihaknya meminta semua guru bersabar dan menunggu pasalnya saat ini proses masih dilakukan.
Terpisah sejumlah guru Calon PPPK di Garut mengaku was-was dan cemas, belum adanya update informasi yang valid terkait penetapan NI PPPK khususnya untuk wilayah Garut.
Hal itu dapat dipahami mengingat jumlah calon PPPK Guru yang diusulkan, tergolong terbanyak kedua di Jabar setelah Kabupaten Bogor.
Kecemasan mereka sebenarnya terletak pada kekhawatiran adanya berkas yang tidak sesuai atau tidak lengkap seeprti yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya baru-baru ini. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
Jangan Asal Nyaman, Ini 7 Sepatu Lari yang Direkomendasikan untuk Cegah Cedera
-
Tabungan Pesirah BSB: Ketika Nilai Simpanan Bertemu Peluang Raih Mobil dan Kemudahan Transaksi
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Jatuh di Sekadau, Ini 11 Jam Krusialnya
-
Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026
-
Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!
-
Kali Kedua ke Tanah Air, Aaron Ramsey Takjub dengan Gairah Sepak Bola Indonesia
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas