SUARA GARUT - Pengamat Pendidikan Abad 21, Indra Charismiadji menyayangkan lambaya pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengangkat guru honorer lulus akhir pasaca sanggah PPPK guru 2022.
Sekelas Pemeprov DKI Jakarta yang memiliki otoritas sendiri tidak mengandalkan APBN, malah harus terlewat oleh Pemkab Sumenep.
Diketahui sebelumnya Pemkab Sumenep merupakan daerah kecil di Jawa Timur, namun berani menentukan sikap untuk mengeluarkan kebijakan melantik guru honorer lebih awal se-Indoensia.
Indra Charismiadji mengatakan sangat ironis guru yang sudah lulus akhir masa sanggah formasi 2022, hingga kini masih belum mendapat kepastian pengangkatanya sebagai ASN PPPK.
Bahkan tidak hanya itu kata Indra mereka sudah tidak memiliki gaji karena dikhawatirkan terjadi doble anggaran.
Terus untuk menutupi kebutuhan mereka sehari-hari apakah harus meminjam ke Online, imbuhnya.
Guru honorer itu kata Indra sudah menanti selama dua tahun untuk diangkat menjadi ASN PPPK terlebih sudah dinyatakan lulus.
Menurut Indra Charismiadji, dikutip dari JPNN, pada Minggu, (4/06/2023) pemprov DKI Jakarta tidak memiliki pri kemanusiaan, belum diangkat ASN PPPK malah tidak mendapat gaji.
"Kalau tidak digaji, mereka mau ambil uang dari mana, masa harus sampai berurusan dengan Pinjaman Online (Pinjol)," kata Indara dikutip dari JPNN.
Baca Juga: Henhen Dipinjamkan, Bobotoh Suudzon ke Manajemen Persib
Menurut Indra banyak guru honorer di Jakarta yang mengeluh soal gaji Kontrak Kerja Individu (KKI) belum dibayar.
Mereka enggan bersuara, karena takut mendapatkan peringatan keras dari Pemprov DKI Jakarta.
"DKI memiliki otonom sendiri untuk menggaji, karena tidak bersumber dari APBN," kata Indra dilansir JPNN.
Para guru tersebut kata Indra sudah membayangkan Mei menerima SK PPPK, sehingga Juni mendapat gaji dan rapelan.
Namun hingga hari ini, sudah 4 Juni 2023, belum tanda-tanda pemprov DKI Jakarta akan mengangkat mereka sebagai ASN PPPK.
"Guru honorer DKI ketakutan meminta hak-haknya, karena ancaman pejabat DKI. Ini tidak bisa dibiarkan, mereka punya hak menuntut kepada pemerintah," ungkap Indra dikutip dari JPNN.
Berita Terkait
-
Sesuai Permendagri Nomor 6 Tahun 2021 ASN PPPK Berhak Mendapat TPP, Ternyata Ini Penyebab Nominalnya Berbeda Tiap Daerah
-
Heboh di Medsos Penetapan TMT I Juni 2023, Siap-Siap Guru ASN PPPK Wilayah Kanreg III BKN Terima Rapelan Gaji, Syaratnya Begini
-
Duh Progres Penetapan NI PPPK di Daerah Ini Belum Mencapai Target 100 Persen, Guru Honorer di Garut Masih berharap - Harap Cemas
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Hidupkan Car Free Night Palembang, Bank Sumsel Babel Percantik Pedestrian Atmo Lewat CSR
-
Bikin Nafsu Makan Meningkat, Menu Variatif Makan Bergizi Gratis Jadi Primadona Santri Karanganyar
-
Kisah UD Syafina: Berdayakan Warga Lokal dan Peternak Berkat Program Makan Bergizi Gratis
-
Sabar Menanti 20 Tahun, Mimpi Warga Boyolali Punya Jembatan Permanen Akhirnya Terwujud
-
Hasil Super League: Persija Jakarta Bantai Persebaya 3-0 di Stadion GBK
-
Publik Bosan Dengar Klarifikasi Rizky Billar Dituding Pria 'Mokondo' sampai Pamer Honor Sinetron
-
Dibeli Rp 280 Juta, Nenek Ini Ditangkap Hendak Selundupkan 2 Kg di Bandara Silangit
-
Refleksi Lagu Runtuh: Ketika "Baik-baik Saja" Jadi Kebohongan Paling Melelahkan
-
Buka HP dan Baca Pesan WA Ku, Wasiat Mahasiswa PNP di Buku Sebelum Ditemukan Tewas di Kos
-
Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC