SUARA GARUT - Rasanya memang ribuan guru honorer lulus Seleksi Nasional PPPK 2022 sudah tidak sabar ingin segera mendapatkan SK dan dilantik menjadi ASN.
Kabar yang beredar melalui media sosial WhatsApp, bahkan tembus hingga ke daerah Tasikmalaya terkait tanggal 12 Juni guru honorer Garut akan diambil sumpah jabatan.
Kabar itu tentu membuat publik mendadak ramai kembali dengan adanya kabar manis tersebut.
Terpantau dari sebuah Chatingan yang dilakukan oleh salah satu guru, menyebutkan bahwa SK dan NIP ASN PPPK sudah rampung.
Menurut mereka tinggal menunggu surat undangan untuk melaksankan pengangkatan dan pengambilan sumpah jabatan.
Sayangnya, kabar yang sempat ramai di bahas di salah satu akun group WhatsApp guru tersebut tidak lama beredar.
Tidak berlangsung lama, chatingan salah satu guru tersebut langsung dihapus pemilik akun WhatsApp.
Mereka berkomentar, kebijakan penyebaran informasi kewenanganya berada di BKD, sehingga mereka menyebut tidak boleh dsebarluaskan terlebih dahulu.
Meski begitu, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan calon guru ASN PPPK tersebut baru sebatas keinginan para guru.
Baca Juga: Alasan Mulan Jameela Terima Dinikahi Ahmad Dhani, Bikin Maia Estianty Simpan Dendam?
Pada akhirnya seperti diungkapkan guru honorer asal Banjarwangi Ega Martha, mereka siap menunggu dengan sabar, dan menanti informasi dari Stakeholder terkait secara resmi.
Mereka kata Ega sangat menghormati dan menghargai jerih payah semua pihak dalam proses perjalanan panjang guru honorer menuju ASN PPPK.
Sementara itu kabar pasti terkait penyerahan SK ASN PPPK di Kabupaten Garut masih belum ada yang dapat dipertanggung jawabkan kebenaranya. (*)
Berita Terkait
-
Tingkatkan Kualitas Layanan, Disparbud Kabupaten Garut Latih 40 Pengelola Desa Wisata dan Pemilik Homestay
-
Bermodalkan Inovasi Social Enterprise, Desa Cinta Jadi Wakil Garut pada Lomba Desa Tingkat Provinsi
-
Warga Panik! Jelang Waktu Shalat Subuh, Dua Unit Rumah di Kawasan Desa Situsaeur Garut Terbakar
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Eros Djarot Kritik Pedas Kondisi Bangsa: Indonesia Menjadi Nation Without Values
-
Ketika para Superhero Berbagi Takjil untuk Buka Puasa
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
4 Parfum Lokal dengan Sentuhan Aldehydes, Cocok Dipakai saat Bukber
-
Adu Nasib Antar Generasi: Romantisasi Derita dan Retaknya Empati di Rumah
-
Skandal Kematian NS di Sukabumi Makin Rumit! Kuasa Hukum Ibu Tiri TR Curigai Pihak Lain Terlibat
-
Audiensi 7 Pemda, Wamensos Agus Jabo Tekankan Dinsos Ujung Tombak Pemutakhiran Data
-
Ketua IDAI Yakin Mutasi dari RSCM ke RS Fatmawati adalah Hukuman karena Kritis ke Pemerintah?
-
Menolak Lupa Tradisi, Film Hari Yang Kita Tunggu Jadi Kado Manis Perayaan Imlek Nasional 2026
-
Jordi Amat Waspadai Kekuatan Malut United di Kandang