SUARA GARUT - Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat menjadi salah satu wilayah penghasil porang yang banyak.
Produksi porang di Singajaya bisa menjcapai 10 ribu ton tiap tahunnya. Jumlah tersebut dinilai sudah banyak dan perlu penanganan secara profesional.
Oleh sebab itu, Kementerian pertanian (Kementan) RI berjanji akan membantu para petani dalam urusan budidaya dan penanganan pasca panen.
Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan RI, Indah Megawati, berjanji untuk membantu pengembangan budi daya porang di Singajaya.
Bahkan, Indah pun mengaku pihaknya akan membantu juga pascapanen agar petani tidak mendapatkan harga yang layak dari budidaya porangnya.
Selain itu, untuk mempermudah pengolahan, Kementan akan mendirikan pabrik pengolahan porang beras di Kabupaten Garut.
"Untuk memudahkan kita bangun pabrik pengolahannya di sini," kata Indah, Minggu (25/6/2023) di Singajaya Garut.
Namun dirinya memberikan catatan jika mesin produksinya harus buatan dalam negeri.
Sementara itu, pembina Petani Singajaya, Iwan Budiman, menyebutkan pentingnya pengembangan sektor pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.
Baca Juga: Daftar Liga di ASEAN yang Sudah Gunakan VAR, Indonesia Baru Mulai Tahun Depan
Iwan mengaku, potensi pertanian yang ada di daerahnya sangat melimpah mulai dari keberadaan lahan hingga SDM atau petani.
Selain itu, di daerahnya juga banyak terdapat berbagai jenis tanaman yang bisa menjadi unggulan bahkan bahan ekspor mulai dari rempah-rempah, ubi-ubian, serta yang lainnya.
"Salahsatunya porang ini, bisa jadi komoditas ekspor. Apalagi kalau bisa diolah dulu di sini. Tentu akan memiliki nilai tambah bagi warga setempat," katanya.
Tanaman porang menurutnya saat ini memang sedang menjadi primadona petani di Singajaya karena sangat menguntungkan.
Ungkapan senada dilontarkan tokoh pemuda Singajaya, Saepuloh A Ridho. Ia menambahkan pengembangan Budi daya porang di daerahnya ternyata telah mampu meningkatkan perkonomian para petani.
Oleh karena itu, imbuhnya, pihaknya akan terus mengembangkan budi data tanaman porang dengan memanfaatkan lahan tidur yang banyak terdapat di daerahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
Asal-usul Kuntilanak Terungkap! Sinopsis Mangkujiwo 2 yang Tayang Malam Ini di ANTV
-
Hasil Dialog Pandji Pragiwaksono Soal Kasus Mens Rea, Diminta Tobat dan Berakhir Sejuk
-
5 Parfum Wanita Paling Enak Wanginya, Aroma Antimainstream
-
Siswa SMP Meninggal Akibat Ledakan di Sekolah, Disdik Siak Bantah Isu Rakit Bom
-
Meta Mulai Patuhi PP Tunas Komdigi, Anak 16 Tahun Dilarang Punya Facebook-Instagram-Threads
-
63 Kode Redeem FF Max Terbaru 9 April 2026: Raih M1014 Undersea dan Mobil Amfibi
-
5 Padu Padan Outfit ala Gong Myung untuk Tampilan Day Out yang Lebih Fresh
-
Jelang Bentrok, Pelatih Vietnam Sebut Timnas Futsal Indonesia sebagai yang Terkuat di Asia Tenggara
-
Nggak Mau Overthinking, Tapi Kepikiran: Masalah Klasik Saya saat Otak Sibuk
-
Tabung Gas Bocor, Sebuah Lapangan Padel Meledak di Kabupaten Bogor