SUARA GARUT - Merasa tidak terakomodasi dalam rekrutmen ASN PPPK formasi 2022, guru honorer tua menggalang tanda tangan surat kuasa untuk menunjuk Komisi Nasional (Komnas) HAM.
Para Guru Honorer Tua itu menggalang tanda tangan agar Komnas HAM dapat memperjuangkan nasibnya.
Guru honorer tua dengan masa kerja 10 tahun ke atas itu, berharap Komnas HAM akan menyampaikan masalah mereka kepada presiden Jokowi.
Menurut H.Nasrullah Guru honorer tua (GHN10) menyakini Komnas HAM dapat membuat aspirasi mereka menembus dinding Istana.
Dikutip garut.suara.com pada Minggu, (2/07/2023), pihaknya kini tengah menunggu penyelesaiaan ribuan tanda tangan surat kuasa untuk melaporkan kepada Presiden melalui Komnas HAM.
Nasrullah mendeaak pemerintah bertanggung jawab atas nasib pegawai non ASN yang sudah puluhan tahun mengabdi pada bangsa dan negara.
Saat ini di daerah kata Nasrullah banyak yang enggan menjadi guru honorer dengan bergaji hanya 300 ribu rupiah per bulan.
Disisi lain, guru honorer di sekolah negeri dituntut memiliki ijazah Sarjana (S1), sayangnya kesejahteraan mereka jauh dibawah garis kemiskinan.
Meski begitu, menurut Nasrullah guru honorer tua tersebut berusaha mematuhi ketentuan tersebut.
Baca Juga: Karangan Bunga Nyeleneh Ramaikan Konser Aldi Taher
Walau terkadang mereka harus mengorbankan anak kandungnya, karena hidup dalam kemiskinan.
Sayangnya, kata dia, nasib mereka masih belum jelas, untuk sekedar mendapat pengakuan hukum yang jelas dari Negara.
Mereka seolah terjebak dengan adanya moratorium pengangkatan ASN sejak tahun 2014, hingga tahun 2020.
"Kemana hati nuranimu, wahai Mas Menteri Nadim Makarim (mendikbudristek), dan Mas Menteri Azwar Anas (Menpan-RB)," kata Nasrullah.
Mereka berdua belum menjadi menteri sehingga belum tahu bagaimana pengorbanan pengabdian GHN10 selama ini.
Mereka harus tersisih oleh guru honorer yang masih muda, dan jauh sebelm GHN10 menjadi guru honorer. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Anak Skena di Cherrypop 2026 Diajak Melek Sampah Plastik Bareng POPSEA
-
Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian
-
Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya
-
Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap
-
Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran
-
Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak
-
Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib
-
Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong
-
PAN Bantah Budi Arie Soal Percepatan 2029: Indonesia Tak Sedang Menuju Situasi 98
-
Kemeriahan Ngeropok, Saat Berkah Panjang Mulud Melimpah di Lopang Serang