- Pemprov DKI Jakarta mewacanakan penerbitan obligasi atau sukuk daerah guna memperoleh pembiayaan kreatif bagi pembangunan kota.
- Wacana tersebut muncul pada Selasa (19/5/2026) karena tekanan ekonomi global yang menyebabkan penurunan Dana Bagi Hasil daerah.
- Pemerintah tetap memprioritaskan anggaran layanan dasar, pendidikan, serta penanganan masalah banjir dan kemacetan secara optimal.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka wacana penerbitan obligasi atau sukuk daerah sebagai terobosan pembiayaan kreatif di tengah tekanan anggaran akibat dampak ekonomi global.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin usai bertemu Gubernur DKI Jakarta bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Balai Kota, Selasa (19/5/2026), untuk membahas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 yang akan dibahas di dewan pekan depan.
"Tadi Pak Gub menyebutkan jika memungkinkan untuk adanya obligasi atau sukuk yang diterbitkan oleh Pemda DKI Jakarta, untuk memberikan ruang kepada orang-orang yang punya tabungan atau investasi untuk berinvestasi di Jakarta, membangun Jakarta," ujarnya.
Wacana ini muncul seiring berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima Jakarta sebagai imbas tekanan ekonomi dunia yang turut menekan ruang fiskal daerah.
"Pada prinsipnya, Pak Gubernur menyampaikan bahwa tekanan ekonomi kita, dampak dari tekanan ekonomi dunia, berdampak kepada anggaran kita. Juga, dampak dari itu semua, pengurangan DBH masih terus berlanjut," papar Khoirudin.
Meski demikian, Khoirudin menegaskan sejumlah program perlindungan sosial dan layanan dasar warga tidak akan dipangkas.
"Pak Gubernur menyampaikan untuk layanan pendidikan nggak boleh berkurang. KJP, KJMU, kemudian KJP Plus dan lain-lain. Kemudian juga di dinas kesehatan juga nggak boleh berkurang," tuturnya.
Prioritas penanganan banjir dan kemacetan pun disebut tidak bergeser meski anggaran terbatas.
"Untuk prioritas pembangunan juga tidak bergeser. Masih ke banjir, ya, pada kemacetan. Terus dengan melakukan creative financing," jelas Khoirudin.
Baca Juga: Raup Rp3,5 Miliar tapi Cuma Setor Rp711 Juta? Stafsus Pramono Buka Suara soal Parkir Blok M Square
Khoirudin menyatakan optimisme atas kondisi fiskal Jakarta, dengan menyandarkan harapan pada pertumbuhan ekonomi daerah yang dinilai masih lebih baik ketimbang tekanan yang ada.
"Insyaallah kami optimis ya, karena tingkat pertumbuhan ekonomi kita juga lebih baik," pungkas politisi PKS itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kasad Maruli Tegaskan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Permintaan Pemda, Bukan Instruksi TNI
-
Prof Siti Zuhro: Elit Jadi Penghambat Kemajuan, Visi Prabowo Harus Dibuktikan
-
Detik-detik 9 WNI Ditodong Senjata Tentara Israel, Benjamin Netanyahu Buka Suara
-
Revisi UU HAM Bakal Siapkan Dana Abadi, Wamen HAM Tegaskan Bukan Alat Kontrol Organisasi Sipil
-
Istana Ungkap Alasan Prabowo Hadiri Paripurna DPR pada Hari Kebangkitan Nasional
-
Pejabat Israel Ungkap 9 WNI dan Aktivis Global Sumud Flotilla Dibawa ke Penjara Terapung
-
Prabowo Bakal Sampaikan Langsung KEM-PPKF 2027 di DPR Besok, Dasco: Mungkin Ini Baru Pertama Kali
-
Media Turkiye Soroti Langkah Hukum Indonesia usai WNI Ditahan Israel di Global Sumud Flotilla
-
BRIN Ingatkan Prabowo soal Reformasi Politik, Khawatir Pemilu 2029 Bisa Bermasalah
-
Gubernur Bobby Nasution Targetkan RS Internasional Sumut Beri Layanan Medis Kelas Dunia