SUARA GARUT - Usai bertemu Bupati Garut, Rudy Gunawan, Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut langsung menggelar sosialisasi Pembentukan Kordinator Olahraga Kecamatan (KOK).
Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Auditorium kampus 4 Universitas Garut (Uniga) pada Jumat, (14/7/2023).
Adapun sosialisasi pembentukan KOK sendiri dicanangkan sebagai gerak cepat menuju pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Garut 2024.
“Sosialisasi, revitalisasi KOK ini, intinya untuk persiapan PORKAB 2024. Kita baru melaksanakan sekarang, karena kita baru mendapatkan kepastian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Garut tentang penyelenggaraan PORKAB. Selain itu kita juga melakukan persiapan infrastruktur, yaitu Sumberdaya manusianya. Terutama dalam pengelolaannya nanti,” kata ketua KONI Garut H. Abdusy Syakur Amin selepas acara.
Dikatakannya, sejak jauh-jauh hari KONI Kabupaten Garut sudah melakukan pengkajian, tentang keberadaan Kordinator Olahraga Kecamatan (KOK) tersebut.
“Dari awal tahun kami sudah melakukan pengkajian tentang keberadaan KOK ini. Karena kita sebagai daerah yang secara konsisten melakukan pembibitan olahraga melalui Porkab," katanya.
Dengan demikian Sambung Syakur, revitalisasi KOK dan sosialisasi yang saat ini dilaksanakan bisa secepatnya dibentuk dan dilantik,. Agar waktu kerja KOK tidak terlalu mepet, mengingat Porkab akan dilaksanakan pertengahan 2024.
"Mudah-mudahan sosialisasi yang saat ini dihadiri pak Camat saat ini bisa memberikan gambaran yang komprehensif tentang apa yang menjadi tugas dan fungsi KOK,” katanya.
Hadir dalam sosialisasi tersebut diantaranya. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut Ade Hendarsah, seluruh Jajaran Pengurus KONI Kabupaten Garut dan Beberapa Ketua Cabor, juga Kepala Kecamatan yang diwakili Camat Garut Kota Rena Sudrajat
Baca Juga: Terus Bikin Gaduh! Panji Gumilang Sebut Al Quran Sama dengan Koran, Netizen: Ada Dajjal di Al Zaytun
Ditempat yang sama, Camat Garut Kota Rena Sudrajat mengatakan, rapat yang dilaksanakan KONI bersama KOK
ada perubahan yang signifikan, dimana dulu KOK itu dibentuk dan diberi SK oleh Kecamatan.
“Dulu KOK itu diberi SK oleh Camat. Nah dengan AD ART KONI yang baru saat ini, perlu ada perubahan. Karena KOK ini merupakan bagian dari struktur KONI, sehingga KOK itu ber SK kan Ketua Umum KONI,” katanya.
Dengan adanya KOK nanti, pihaknya juga berharap bisa saling membantu dalam malaksanakan rekrut atlet-atlet yang berprestasi.
“Jadi KOK yang saat ini dibentuk sifatnya paten, menjadi bagian dari struktur organisasi KONI Kabupaten dengan masa kerja 4 Tahun. Nah kalau berkaitan dengan Porkab, nanti pun kita akan melakukan rapat dengan insan-insan Olahraga ditingkat kecamatan,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, KONI Garut sudah mengajukan anggaran Porkab sebesar Rp 2,5 miliar. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah
-
Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja
-
Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan
-
Masih Ada BPR yang Bakal Ditutup, Bagaimana Nasib Tabungan Nasabah?