SUARA GARUT - Mulai Senin, 14 Agustus 2023 Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Garut, Jawa Barat, sudah tak bertuan, seluruh anggota komisionernya telah meninggalkan gedung kebanggaan dan lambang kehormatannya.
Hal itu terjadi karena masa jabatan lima komisionernya telah berakhir pada tanggal 14 Agustus kemarin. Kekosongan jabatan komisioner ini tak langsung diganti oleh pejabat baru.
"Komisioner masa bakti 2018-2023 sudah berakhir kemarin tanggal 14 Agustus sudah habis. Kemarin juga di provinsi sudah diadakan perpisahan, paturay tineung," ungkap Koordinator Sekretariat Bawaslu Garut, Iwan Setiawan, ditemui di Kantor Bawaslu Garut, Jalan Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Selasa, 15 Agustus 2023.
Seharusnya hari ini Selasa atau Rabu, lanjut Iwan, harus sudah ada pelantikan Komisioner Bawaslu yang baru. Namun belum ada pengumuman hasil seleksi calon Komisioner Bawaslu.
"Rencana kan ada pengumuman dulu yang lolos, setelah itu pelantikan di Jakarta oleh Bawaslu RI, sementara ini masih kosong," jelasnya.
Iwan mengungkapkan dari lima komisioner Bawaslu periode lalu, yang mengikuti seleksi calon Komisioner Bawaslu periode 2023-2028 hanya tiga orang yang ikut seleksi. Dari tiga orang ini sudah lolos 10 besar dan masih menunggu nasib, apakah mereka lolos lima besar atau gagal.
"Yang ikut seleksi itu dari lima hanya tiga orang, yaitu Pak Asep Burhan, Pak Iim Imron, sama Pak Ahmad Nurul," cetusnya.
Adapun dua orang mantan Bawaslu yang lain sambung Iwan, yaitu, Ipa Hafsiah Yakin mendaftar ke Bawaslu Provinsi Jawa Barat, sedangkan Asep Nurjaman tidak lagi mendaftar calon komisioner Bawaslu, baik di daerah, maupun provinsi.
Diakui Iwan, dengan kekosongan komisioner Bawaslu Garut ini, fungsi pengawasan dilakukan pihaknya bersama staf kesekretariatan lainnya.
Baca Juga: Berkaca dari Kemenangan SBY di 2014, Koalisi Perubahan Tak Gentar Hadapi Koalisi Gemuk Gerindra
"Sekarang ini paling kita mengawasi tahapan di KPU tanggal 16, 17 dan 18 Agustus ada pleno pengesahan DCS, nanti kita mengawasi ke sana," katanya.
Sementara tahapan di Bawaslu, lanjutnya, mengawasi pemasangan baliho, spanduk, atau atribut Bacaleg agar dipasang di tempat yang semestinya.
Karenanya, Iwan berharap, komisioner yang Bawaslu hasil seleksi lima besar segera diumumkan dan dilantik.(*)
Editor: Risman
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto