SUARA GARUT - Rektor Universitas Garut (Uniga), Kabupaten Garut, Jawa Barat, H. Abdusy Syakur Amien lakukan saba desa ke 47 desa dari 81 desa di wilayah Garut Selatan yang menjadi lokasi kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswanya.
"Di minggu terakhir kemarin kami berkunjung ke 47 desa dari 81 desa yang menjadi fokus KKN. Tujuannya untuk mendapatkan gambaran sesungguhnya apa yang terjadi di lapangan, dan bagaimana out put, out come nya dari pelaksanaan KKN ini, sebagai gambaran untuk perbaikan di masa yang akan datang," tutur Rektor yang akrab disapa Syakur itu, Sabtu (26/08/2023).
Dikatakannya, penerimaan masyarakat di tempat KKN itu sangat bagus, seluruh program KKN pun berjalan lancar, serta seluruh mahasiswanya dalam kondisi sehat.
Selain komunikasi dengan masyarakat, juga hal yang sama dilakukan dengan aparat pemerintahan desa dan kecamatan untuk mendapatkan gambaran mengenai program KKN universItasnya.
"Hal yang menarik adalah ada yang minta diperpanjang waktu KKN nya, ada yang minta rutin, ada juga yang minta fokus pada bidang tertentu. Yang penting bagi saya boleh saya sampaikan KKN ini berjalan sukses. Hari ini para mahasiswa kembali ke kampus untuk persiapan persiapan semester ganjil," katanya.
Lanjutnya, dari sekian banyak mahasiswa KKN tidak semua jadi ikut serta, karena ada beberapa yang ikut serta program pertukaran mahasiswa merdeka ke seluruh wilayah Indonesia.
Adapun manfaat yang bisa didapat mahasiswanya yang melaksanakan KKN, lanjut Syakur, mereka dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
"Mereka juga harus bisa bekerja sama dengan teman teman se kampus yang mungkin saja mereka belum saling kenal. Selain itu mereka dituntut mampu mengidentifikasi permasalahan yang ada di lingkungan barunya itu," katanya.
Dikatakannya, program KKN juga bisa jadi ajang promosi Uniga bagi masyarakat yang belum mengenal universitasnya.
Jadi menurutnya, saba desa yang dilakukannya, tidak ada kaitannya dengan agenda politik jelang Pemilu 2024 nanti.
"Tapi kalau ada persepsi masyarakat yang mengaitkan dengan masalah politis, ya tidak salah juga karena ini dekat dengan tahun politik," katanya sambil senyum.
Jumlah mahasiswa uniga yang melaksanakan KKN itu sebanyak 1278 orang ditambah dosen pembimbing.
Mereka tersebar di 81 desa di 9 kecamatan di selama 1 bulan penuh.
9 kecamatan itu meliputi, Pameungpeuk, Cikelet, Talegong, Cisewu, Cisompet, Cibalong, Mekarmukti, Bungbulang dan Caringin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Persib Bandung Tak Main-main di Piala Presiden 2026, Igor Tolic Siapkan Taktik Kejutan
-
Ulasan Novel Burung-Burung Berkisah: Keindahan Alam dalam Sastra Klasik
-
Daftar Negara yang Bisa QRIS Cross-Border BRImo
-
Uji Rasa Aditya Kwetiau Jambi: 15 Tahun Eksis, Porsinya Bikin Dompet Aman Perut Kenyang!
-
Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi
-
Mimpi Besar Motor Listrik Nasional Dituntut Bukan Sekadar Proyek Seremonial Belaka
-
Ulasan Anggur Kemurkaan: Kisah Tragis Keluarga Joad di Tengah Krisis Amerika
-
Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika
-
Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir
-
Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan