SUARA GARUT - Beberapa wilayah di Kabupaten Garut terdampak kemarau cukup parah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut sendiri telah merilis, sedikitnya ada 19 Kecamatan yang terdampak kekeringan cukup parah.
Dari 19 kecamatan yang dirilis Pemkab Garut, Karangpawitan adalah salahsatu kecamatan yang disebut terdampak kekeringan tersebut.
Seperi diberitakan sebelumnya, akibat dampak kekeringan itu, Pemkab Garut pun menetapkan status masa tanggap darurat kekeringan hingga 24 September 2023.
Dampak kemarau yang cukup panjang ini sangat dirasakan warga di kawasan Kecamatan Karangpawitan.
Bahkan sebagian petani di Karangpawitan mengaku gagal panen akibat kekeringan, sehingga tahun ini tak memiliki penghasilan.
Akibat gagal panen gegara musim kemarau ini tentunya membuat warga semakin kesulitan ekonomi.
Misalnya, Ika (60) warga di kawasan Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangpawitan berharap bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban kesulitan ekonomi ini.
"Bingung, akibat kemarau ini kami gagal panen. Beras mahal, penghasilan tidak ada. Dengar-dengar di tempat lain mah ada bantuan beras dari pemerintah untuk petani yang gagal panen, tapi kami belum dapat sampai saat ini," tutur Ika, warga Desa Sindanggalih yang juga seorang buruh tani. (*)
Baca Juga: Cara Cek Status Penerima Bansos BPNT 2023 Tahap 4
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!
-
Kematian Kucing Kesayangan Jadi Pertanda, Kisah Pilu di Balik Pembunuhan Gadis Bogor
-
Jelang Libur Idul Adha, Promo Alfamart Bikin Kalap: Sosis Korea Rp5.900 hingga Kanzler Murah
-
Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras: Nekat Titip Siswa di Sekolah Maung, Kepsek Langsung Dipecat
-
Diduga Gara-gara Kopi, Menantu di Empat Lawang Tega Habisi Ibu Mertua lalu Buang ke Sungai
-
Cekcok Pinjam Uang Rp600 Ribu Berujung Maut, Misteri Jasad Wanita di Pohon Melinjo Terungkap
-
Polisi Ungkap Motif Keji di Balik Temuan Jasad Wanita di Cipocok Jaya Serang
-
PTBA Sabet Diamond PROSPER A IRCA 2026, Perkuat Budaya Kepatuhan dan Tata Kelola
-
Masjid Al Afghani Tak Kunjung Rampung, DPRD Sukabumi Desak Dinas Perkim Transparan Soal Anggaran
-
Review 5 Sepatu Lari Lokal yang Katanya 'Tiru' Brand Luar, Mirip atau Beda Jauh?