Seorang pesepak bola asal klub Iran merayakan gol yang ia cetak dengan cara berbeda. Meysam Tohidast, bek yang bermain di klub Sanat Naft FC selebrasi golnya dengan membuat simbol tiang gantungan.
Hal itu dilakukan oleh Meysam sebagai bentuk protes terhadap pemerintah Iran yang melakukan eksekusi mati kepada sejumlah orang.
Aksi berani dari Meysam itu dilakukan usai membobol gawang tim lawan beberapa waktu lalu. Usai mencetak gol lewat tendangan keras dari dalam kotak penalti, Meysam berlari ke pinggir lapangan.
Dari video yang beredar di laman sosial media, Meysam kemudian membuat simbol tiangan gantungan saat merayakan golnya tersebut.
"When a footballer scores and does a hanging sign in protest at executions in a televised League game in #Iran it’s basically over for the regime. Bravo #Meysham_Tohidast #SanatNaft centre back after scoring a belter, hammering another nail in their coffin. #IranRevoIution," tulis akun Twitter @omid9
Video ini pun mendapat reaksi positif dari netizen di laman sosial media. Mayoritas netizen berharap tidak terjadi apa-apa kepada Meysam setelah aksi beraninya tersebut.
Kondisi Iran saat ini tengah bergejolak. Pasca kematian seorang wanita Mahsa Amini, aksi unjuk rasa di Iran berubah menjadi kerusuhan massal yang menewaskan ratusan orang.
Beberapa waktu lalu, pemain Iran lainnya, Amir Nasr-Azadani terancam hukuman mati oleh pemerintah setelah mendukung demo hak-hak perempuan.
Ancaman kematian yang didapat oleh Amir pun mendapat kecaman dari publik dunia. Sejumlah pihak termasuk FIFPRO mendesak pemerintah Iran untuk tidak mengeksekusi mati Amir.
Berita Terkait
-
Mehran Samak Tewas Ditembak Polisi karena Bunyikan Klakson Mobil Rayakan Kegagalan Iran di Piala Dunia 2022
-
"Maafkan Kami, Maafkan Kami" Ucap Pemain Iran, Ketua Dewan Islam Kasih Pesan Ini: Atas Nama Allah..
-
Tak Mau Tim Nasional Jadi Alat Proganda Rezim, Warga Iran Rayakan Kegagalan di Piala Dunia 2022
-
Penjelajah Waktu Sebut Iran akan Kalahkan Amerika Serikat 3-1
-
Iran vs Amerika Serikat Dipimpin Wasit Paling Kontroversial di Laliga: Sosok Nyentrik yang Cerewet
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Review Drama No Tail to Tell, Kisah Asmara Atlet Sepak Bola dan Gumiho Gen Z
-
Tak Sekadar Pamer Produk, ADVAN Ajak Pengunjung Karnaval Gadget Jogja Coba Langsung
-
Guncang Jakarta! Bintang Padel Dunia Lucas Bergamini Takjub dengan Antusiasme Pemain Indonesia
-
Terapkan Sistem Skor Baru BWF, UNS dan UII Berjaya di Campus League Badminton Semarang 2026
-
432 Atlet Siap Berangkat, Tim Indonesia Day Bakar Semangat Kontingen Jelang Asian Games 2026
-
Masjid Al-Alawi Banjarmlati, Sokoguru Penjaga Jejak Arsitektur Jawa Kediri
-
Samsung Galaxy Watch Ultra2: Jam Tangan Pintar Premium dengan Baterai 800 mAh, Harga Rp10 Jutaan
-
Prakiraan Cuaca: Pekanbaru Waspada Kabut Asap, Padang Hujan Disertai Petir
-
5 Fakta Aturan Kuota Internet Dilarang Hangus, Operator Wajib Sediakan Refund
-
Review Film 27 Steps of May: Perjalanan Panjang Berdamai dengan Trauma