Suara.com - Salah satu kunci utama penyembuhan pasien tuberculosis (TB) adalah disiplin mengonsumsi obat. Jangan karena merasa sudah merasa lebih baik, Anda lantas menghentikan konsumsi obat yang diberikan dokter. Karena ini bisa berbahaya, kuman yang bersarang di tubuh Anda bisa menjadi kebal atau imun pada obat anti TB (OAT).
Dr. Muhammad Arifin Nawas, Sp,P(K), MARS, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menjelaskan jika hal ini terjadi maka proses penyembuhan akan semakin sulit. Selain itu pasien yang sudah mengalami kekebalan obat anti TB (TB MDR) juga rentan menularkan penyakitnya kepada orang lain.
Lebih jauh dijelaskan pengobatan TB paru, bisa dibedakan menjadi dua fase yakni fase awal dan fase lanjutan. Fase awal berlangsung selama 2-3 bulan setelah pasien dinyatakan positif menderita TB. Pada fase ini, pasien diwajibkan meminum OAT untuk membunuh kuman. Sedangkan fase lanjutan (4-7 bulan), pasien meminum obat tambahan untuk mensterilkan kuman.
"Di fase kedua inilah biasanya, pasien menjadi tidak disiplin," ujarnya sambil mengingatkan, ketidak disiplinan inilah menjadi salah satu faktor mengapa angka kasus TB di Indonesia masih tinggi, bahkan masuk empat besar di dunia.
Menurut Arifin ada lima elemen faktor penting untuk mencegah penyebaran TB. Yang pertama komitmen politis, yaitu komitmen untuk menyediakan fasilitan pengobatan yang memadai sekaligus membangun lingkungan yang sehat. "Kami sebagai dokter juga harus komit memberikan OAT yang benar dan bagus," ujarnya, saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sedangkan pasien juga harus komit untuk berobat secara teratur, dan disiplin mengonsumsi obat yang diberikan. "Masyarakat juga bisa membantu dengan melaporkan kasus TB yang ditemukannya kepada petugas kesehatan agar bisa segera diobati," jelasnya.
Arifin mengingatkan, siapapun bisa terserang TB. Dan risiko meningkat pada mereka yang sering melakukan kontak kontak penderita TB, maupun pasien TB multi-drug resistant (TB MDR). "Cara efektif mencegah TB adalah menjaga daya tahan tubuh supaya tetap sehat, dengan mengasup makanan bergizi, olahraga teratur, dan minum vitamin teratur," ujar Arifin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua