Suara.com - Apa yang membuat salah satu pasangan memiliki tingkat kesuburan yang begitu baik sehingga bisa cepat hamil, sementara yang lain membutuhkan waktu selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, dalam banyak kasus hingga kini masih menjadi sebuah misteri.
Meskipun infertilitas (ketidaksuburan) sering disebabkan oleh faktor-faktor yang sepenuhnya di luar kendali pasangan, namun semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, faktor gaya hidup tertentu seperti tidur dan pola makan (diet), bisa membuat perbedaan.
Seperti dilansir dari Huffington Post, sebuah studi terkini menemukan bahwa perempuan yang kerja shift memungkinkan untuk mengalami gangguan pada siklus menstruasi dan kesuburannya.
Sementara studi lain menemukan bahwa tidur dengan durasi antara 7 dan 8 jam setiap malam dikaitkan dengan hasil terbaik di antara pasien yang menjalani program bayi tabung (In Vitro fertilization/IVF).
Dalam hal gizi, sebuah studi pendahuluan menunjukkan bahwa perempuan dengan sindrom ovarium polikistik berupaya untuk hamil dengan cara mengambil manfaat dari menyantap sarapan dengan porsi besar dan makan malam dengan porsi yang lebih kecil. Pola makan ini dilakukan untuk membantu upaya kehamilan melalui tingkat insulin, yang dipercaya dapat mempengaruhi hormon.
Berita Terkait
-
3 Cara Aman Tidur di Mobil Saat Perjalanan Jauh: Solusi Tubuh Bugar Tanpa Masuk Angin
-
Bintangi Film The King's Warden, Park Ji Hoon Ungkap Perjuangan Turun 15 Kg
-
4 Makanan yang Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur
-
5 Merek Gula Rendah Kalori Murah untuk Diabetes dan Diet, Bisa Ditemukan di Supermarket
-
Kamu Yang Tidur di Sebelah Kiri
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital