Suara.com - Apa yang membuat salah satu pasangan memiliki tingkat kesuburan yang begitu baik sehingga bisa cepat hamil, sementara yang lain membutuhkan waktu selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, dalam banyak kasus hingga kini masih menjadi sebuah misteri.
Meskipun infertilitas (ketidaksuburan) sering disebabkan oleh faktor-faktor yang sepenuhnya di luar kendali pasangan, namun semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, faktor gaya hidup tertentu seperti tidur dan pola makan (diet), bisa membuat perbedaan.
Seperti dilansir dari Huffington Post, sebuah studi terkini menemukan bahwa perempuan yang kerja shift memungkinkan untuk mengalami gangguan pada siklus menstruasi dan kesuburannya.
Sementara studi lain menemukan bahwa tidur dengan durasi antara 7 dan 8 jam setiap malam dikaitkan dengan hasil terbaik di antara pasien yang menjalani program bayi tabung (In Vitro fertilization/IVF).
Dalam hal gizi, sebuah studi pendahuluan menunjukkan bahwa perempuan dengan sindrom ovarium polikistik berupaya untuk hamil dengan cara mengambil manfaat dari menyantap sarapan dengan porsi besar dan makan malam dengan porsi yang lebih kecil. Pola makan ini dilakukan untuk membantu upaya kehamilan melalui tingkat insulin, yang dipercaya dapat mempengaruhi hormon.
Berita Terkait
-
Pasang AC Kamar Bagusnya di Mana? Ini 4 Posisi yang Baik Menurut Feng Shui
-
Menurut Islam, Posisi Tempat Tidur yang Baik Menghadap ke Mana?
-
Bolehkan Tempat Tidur Bersebelahan dengan Kamar Mandi? Ini Fakta Menurut Kesehatan hingga Feng Shui
-
9 Aturan Feng Shui Kamar Agar Rezeki dan Tidur Lebih Nyenyak
-
7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?