Suara.com - Cacar api atau cacar ular (herpes zoster) berdampak sangat serius bagi jutaan orang di dunia. Satu dari tiga orang berisiko mengalami penyakit ini.
Selain menimbulkan nyeri yang berkepanjangan, cacar api dapat juga mengakibatkan komplikasi pada mata bila infeksi terjadi pada daerah mata, serta komplikasi lain yang lebih jarang meliputi kelumpuhan otot dan radang otak.
"Herpes zoster itu menyakitkan dan dapat menyebabkan komplikasi serius termasuk nyeri yang berlangsung selama berbulan-bulan bahkan tahunan," jelas dr Suria Nataatmadja, Medical Affairs Director MSD Indonesia dalam seminar media dan launching "Vaksin Herpes Zoster" di Jakarta, Selasa (24/6/2014).
Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa herpes zoster di 13 rumah sakit pendidikan di Indonesia tahun 2011-2013, sebanyak 2.232 kasus dengan puncaknya di usia 45-64 tahun sebanyak 806 kasus (37,95 persen).
Sayangnya, gejala penyakit infeksi yang disebabkan oleh reaktivasi virus varisela zoster ini tidak dapat diprediksi. Selain itu, tidak ada cara apapun yang dapat dilakukan untuk mengetahui kapan virus varicella zoster akan aktif kembali dan siapa yang mengalaminya, serta bagaimana tingkat keparahannya pada masing-masing orang.
Nah, untuk mencegah virus tersebut, Prof Dr dr Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI, FINASIM, FACP dari Satuan Tugas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia menyarankan untuk vaksinasi dan menjalankan gaya hidup sehat, konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
"Makan buah dan sayur, olahraga teratur dan tidur cukup. Itu penting dilakukan agar kekebalan tubuh tetap baik," jelasnya.
Berita Terkait
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Menguak EEHV, Virus yang Renggut Nyawa Gajah Tari
-
Wanita Tertular Herpes dari Mikrofon Karaoke, Begini Kronologi Medisnya
-
7 Fakta Penting Herpes Zoster: dari Risiko hingga Cara Pencegahannya yang Harus Diketahui
-
Tragis! Breelyn Kena Radang Otak dan Divonis Tak Bisa Hidup Sampai Dewasa Gara-gara Dicium Sembarangan
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem