Suara.com - Kehilangan orang tua, baik ibu atau ayah, selama masa kanak-kanak menimbulkan dampak jangka panjang pada kesehatan dan kesejahteraan sosial seseorang. Bahkan kehilangan orang tua di usia dini, beresiko lebih besar untuk meninggal beberapa tahun setelah kematian orang tua mereka. Resiko terbesar ditemukan pada anak yang kehilangan orang tua akibat bunuh diri.
Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh Jiong Li dan rekannya dari Aarhus University di Denmark dan disiarkan Selasa (22/7/2014) di jurnal AS PLOS Medicine. Kesimpulan ini didasarkan pada daftar nasional dari semua anak yang dilahirkan dari 1968 sampai 2006, di mana 89 persen anak yang dilahirkan di Finlandia dari 1987 sampai 2006.
Di antara anak-anak itu, 2,6 persen, atau 189.094 orang, kehilangan orang tuanya saat berusia antara enam bulan dan 18 tahun. Sebanyak 39.683 orang meninggal dengan jarak satu sampai 40 tahun setelah kematian orang tuanya.
Para peneliti juga mendapati mereka yang telah kehilangan orang tua memiliki resiko untuk meninggal lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang tak menghadapi kematian orang tua.
"Resiko kematian ini terus meningkat sampai mereka menginjak usia dewasa, tak peduli berapa usia sang anak ketika orang tuanya meninggal," kata Jiong Li.
Resiko kematian yang lebih besar ditemukan pada anak-anak yang orang tuanya meninggal akibat penyakit yang tidak alamiah dibandingkan dengan penyakit alamiah.
Para peneliti menjelaskan, karena penelitian dilakukan di negara yang berpenghasilan tinggi diperkirakan temuan ini lebih berkaitan dengan kondisi kejiwaan dan bukan karena kurangnya perawatan kesehatan.
Namun, peningkatan angka kematian di kalangan anak yang kehilangan orang tua tampaknya mencerminkan kerentanan genetika dan dampak jangka panjang kematian orang tua pada kesehatan dan kesejahteraan sosial. (Antara/Xinhua)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal