Suara.com - Sering merasa letih saat jam kerja? Mungkin saja kantor Anda terlalu gelap. Ya kantor yang terlalu gelap, disebut akan mengganggu istirahat malam para pekerja.
Penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Northwestern mengungkap, cahaya matahari di siang hari dapat membantu seseorang tidur lebih nyenyak di malam hari.
Dalam penelitian itu, mereka yang bekerja dengan cukup jendela di ruang kerjanya lebih sedikit mengalami gangguan tidur ketimbang pekerja yang bekerja dalam ruangan dengan cahaya buatan.
Kok bisa ya? "Paparan cahaya bisa menyalakan dan mematikan gen yang mengontrol jam internal yang mendikte ritme sirkadian," kata Ivy Cheung, Ph.D. (c) yang menyusun laporan penelitian itu. Ia menambahkan dampak cahaya ini masih sangat kuat saat seseorang bekerja keras di ruangannya sejak pagi hari. Efeknya bertahan lama sampai setelah komputer dimatikan. malam.
Lalu bagaimana jika ruang kerja kita seperti kubus? Cheung menyarankan untuk meluangkan waktu keluar ruangan yang mendapatkan sinar matahari untuk membantu mengatur jam tubuh Anda. "Berjalan cepat ke kopi toko di jalan mungkin 'menyuntikkan' energi ke tubuh Anda. Tetapi ada manfaat lain dari sinar matahari, yaitu:
1. Mendongkrak energi
Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2013, mengungkap ketika seseorang terpapar siang matahari selama seminggu, mereka mengaku merasa lebih energik dan kurang mengantuk, terlepas dari berapa lama mereka tertidur malam sebelumnya.
2. Mengurangi stres
Para peneliti dari Turki menemukan perawat yang terpapar sinar matahari lebh dari 3 jam setiap hari merasa tidak terlalu stres di tempat kerjanya.
3. Menambahkan tanaman di ruang kerja juga bisa menjadi pemibcu semangat. Lebih dari 80 persen pekerja dengan yang menambahkan tanaman ke jendela ruang kerjanya merasa sangat senang atau puas dengan kehidupan mereka secara umum, demikian hasil penelitian Universitas Texas.
"Unsur alami seperti tanaman, taman cahaya alami dapat memberikan stimulasi yang menyenangkan bagi otak dan indra penglihatan kita," demikian laporan penelitian itu. (menshealth.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?