Suara.com - Jus dan smoothie telah merasuk ke kehidupan banyak warga dunia akhir-akhir ini. mengonsumsi cukup jus buah dan sayur disbeut cara ampuh untuk mengusir racun dari tubuh. Dan Kini banyak produk jus siap konsums yang beredar di pasaran.
Tak hanya itu penjualan blender dan pembuat jus pun melonjak, setelah sejumlah selebritias lokal dan dunia secara terbuka mengabarkan kebiasaan 'sehat' mereka.
Tapi baru-baru ini muncul kontroversi seputar jus dan smoothie. Para ahli memperingatkan tentang tingginya kadar gula justru bisa memicu kadar gula darah. Maka dengan bantuan ahli diet yang sudah diakui Felicity Lyons dan Jason Vale, penulis buku-buku Guru Juice, kami membimbing Anda melalui ladang ranjau jus.
Pertanyaan kedua yang akan kita bahas adalah, bagaimana memilih alat pembuat jus alias juicer. Kegandrungan untuk mengonsumsi jus telah mendorong produsen meghasilkan alat yang canggih. Tapi sebenarnya Anda tak perlu menghabiskan banyak uang untuk juicer apalagi jika Anda seorang pemula.
Juicer bisa dibedakan menjadi dua kelompok besar, yakni juicer cepat (juga dikenal sebagai sentrifugal) dan juicer lambat (juga dikenal sebagai masticating).
Juicer cepat, seperti rentang Braun, harganya sekitar 100 poundsterling adalah yang paling umum dan lebih murah.
"Harga juicer cepat mulai sekitar 40 poundsterling dan Anda benar-benar tidak perlu menghabiskan lebih dari 100 poundsterling. Itu mungkin terdengar mahal tapi itu adalah sebuah investasi kecil untuk kesehatan Anda," ujar Jason.
Biasanya juicer cepat memiliki pisau logam cepat berputar yang berputar melawan filter mesh, memisahkan jus dari daging melalui gaya sentrifugal. Jus dan ampas kemudian dipisahkan ke dalam wadah yang berbeda.
"Jika Anda seorang pemula jangan terlalu teknis. Yang Anda butuhkan adalah sesuatu yang menghasilkan jus untuk mendapatkan manfaat. Anda selalu bisa melangkah ke medali emas jus nanti," tambah Jason.
Jason merekomendasikan juicer dengan corong lebar sehingga seluruh buah dapat dimasukkan daripada memotong terlebih dahulu.
Sedangkan juicer lambat mengambil ekstrak jus dengan menghancurkan bahan yang dimasukkan dan kemudian menekan buah dan sayuran untuk hasil maksimal. Karena tidak menghasilkan banyak panas, juicer lambat disebut menghasilkan jus dengan nutrisi yang relatif utuh.
Kedua jenis akan menghasilkan cairan tetapi jika Anda memilih smoothie, dengan tekstur tebal, blender yang sudah banyak dijual di pasar akan mengambil alih tugas ini. Namun blender tidak begitu efisien dalam memproduksi jus.
Satu hal yang perlu diingat, juicer dapat berakhir mendekam di lemari karena Anda malas membersihkan. Untuk itu pilih model terbaru yang lebih mudah untuk dibersihkan. "Aturan saya, selalu membersihkan mesin sebelum menikmati jus." ujar Jason yang menguasai seluk beluk jus dan smoothie. (express.co.uk)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya