Jum'at, 10 Oktober 2014 | 09:05 WIB
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Wabah Ebola bisa menjadi epidemi yang lebih berbahaya dari AIDS apabila tidak segera dilakukan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus mematikan itu. Direktur Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit (CDC), Tom Frieden mengatakan, jumlah pasien yang terjangkit Ebola bisa mencapai 1,4 juta orang pada Januari tahun depan apabila tidak segera dilakukan tindakan cepat.

“Kita harus bekerja sekarang sehingga Ebola tidak menjadi epidemi selanjutnya setelah AIDS. Selama 30 tahun saya bekerja di bidang kesehatan publik, satu-satunya hal yang pernah terjadi seperti ini adalah AIDS,” kata Tom.

Menurut dia, perang melawan Ebola memerlukan waktu yang panjang. Karena itu, dia meminta dunia untuk segera bertindak mengambil langkah-langkah preventif penyebaran virus mematikan tersebut.

Ebola bisa menyebar melalui kontak antara sesorang dengan pasien yang terjangkit virus tersebut atau melalui cairan tubuh. Perawat di Spanyol, Teresa Romero (44 tahun) merupakan contoh kasus penularan Ebola pertama di luar Afrika. Dia tertular virus itu ketika tengah merawat dua pasien dengan Ebola.

Jumlah korban yang tewas akibat Ebola sudah mencapai 3.900 jiwa. Hingga kini, belum ada obat yang bisa ‘membunuh’ virus tersebut.  Virus ini pertama kali menyebar di tiga negara di Afrika Barat yaitu Sierra Leone, Guinea dan Liberia pada Maret lalu.

Pemerintah di tiga negaa tersebut kesulitan untuk mencegah penyebaran Ebola karena kekurangan tenaga medis dan juga tempat tidur di rumah sakit untuk merawat pasien yang diduga terkena virus itu. (AFP/CNA)

Load More