Suara.com - Virus Ebola menyebar sembilan kali lebih cepat dibanding dua bulan lalu di sejumlah daerah Sierra Leone, demikian temuan dari organisasi Africa Governance Initiative (AGI).
"Sementara kasus baru terus turun di Liberia, Ebola di sisi lain terus menyebar dengan semakin cepat di sejumlah daerah Sierra Leone," kata AGI dalam laporan.
Rata-rata kasus baru di daerah pedalaman sekitar Freetown pada akhir Oktober lalu adalah 12 setiap harinya --jauh lebih tinggi atau sembilan kali lipat dibanding angka 1,3 pada awal September.
Penyebaran Ebola juga meningkat cepat di Ibu Kota Sierra Leone, Freetown, dengan angka rata-rata enam kali lebih tinggi dibanding dua bulan lalu.
Analisis dari AGI tersebut didasarkan pada angka kasus baru yang tercatat oleh kementerian kesehatan Sierra Leone.
Laporan AGI muncul setelah utusan Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa membanggakan perlambatan penyebaran di sejumlah wilayah dan semakin baiknya praktik penguburan korban virus Ebola.
AGI, yang merupakan organisasi masyarakat sipil yang dibentuk mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, menyatakan bahwa meskipun gambaran besar wabah Ebola telah berubah, situasi di Afrika Barat masih "sepenuhnya berada dalam krisis."
"Pemerintah Sierra Leone telah melakukan langkah nyata dalam hal pencegahan wabah dengan memperluas akses perawatan dan perubahan praktik penguburan korban," kata kepala AGI, Nick Thompson.
"Namun kita tidak boleh beristirahat sampai wabah Ebola benar-benar dihentikan. Dan berdasarkan temuan perkembangan kasus baru di sejumlah wilayah pedalaman Sierra Leone, kita masih mempunyai pekerjaan besar untuk mengatasi Ebola," kata Thompson.
Menurut perhitungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir 5.000 orang tewas akibat Ebola. Sementara di sisi lain, sudah 13.000 orang terjangkit virus tersebut meski WHO mengakui bahwa jumlah sebenarnya berpotensi jauh lebih besar. (AFP/Antara)
Tag
Berita Terkait
-
6 Virus Paling Mematikan di Dunia, Mulai dari Ebola hingga Hantavirus
-
5 Virus Mematikan di Dunia yang Perlu Kamu Tahu, Salah Satunya Marburg!
-
5 Fakta Penting Virus Marburg yang Harus Kamu Tahu
-
Wabah Ebola: Uganda Mulai Distribusikan Bantuan ke Daerah Terdampak
-
Terus Meluas, Wabah Ebola di Uganda Telah Tewaskan 24 Orang
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa