Suara.com - Bagi Anda yang memiliki balita atau anak usia dini sebaiknya jauhkan dari jangkauan deterjen jenis ini. Bentuknya yang mirip permen bahkan berwarna-warni menjadikan deterjen ini sebagai ancaman serius bagi kesehatan anak-anak.
Para peneliti justru merekomendasikan para ibu untuk kembali menggunakan deterjen tradisional di rumah mereka.
"Laundry deterjen yang berbentuk polong berwarna-warni dan mungkin terlihat seperti permen sangat menarik anak-anak untuk mengambilnya lalu menelan bahan kimia beracun yang dikandungnya," kata Marcel J. Casavant, kepala toksikologi di Nationwide Children 's Hospital, Columbus.
Pada 2012 hingga 2013, American Association of Poison Control Center menerima 17.230 laporan anak-anak yang menelan dan menghirup bahan kimia dalam deterjen tersebut. Sebanyak 769 di antaranya dirawat di rumah sakit, dan setiap hari seorang anak meninggal, karena mengonsumsi deterjen mirip permen ini.
Selain muntah, efek umum lainnya setelah menelan racun dari deterjen ini adalah batuk, tersedak, sakit mata, lesu, mata merah, dan mengantuk.
"Sebuah standar keamanan diperlukan untuk memastikan produsen deterjen pod menyajikan produknya dalam kemasan yang aman," kata Gary Smith, direktur Centre for Injury Research and Policy.
Lebih lanjut, Smith menyarankan agar para ibu menggunakan deterjen tradisional yang bubuk sehingga tidak disalahartikan oleh anak-anak. Namun, jika ingin tetap menggunakan, maka bungkuslah dengan plastik buram agar anak-anak tak melihatnya. Serta letakkan di tempat yang tidak bisa dijangkau anak-anak. (Medical News Today)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!