Suara.com - Anda mungkin termasuk tipe orang yang selalu mengecek dan menjawab surat elektronik atau imel yang masuk ke inbox anda. Faktanya, masyarakat beranggapan bahwa pekerja ideal adalah yang selalu”on”. Rata-rata karyawan menghabiskan 28 persen berurusan dengan surat elektronik (surel).
Sebuah survei yang dilakukan pada 2013 menyebut, 81 persen karyawan di Amerika selalu mengecek surat elektronik kantor mereka di luar jam kerja. Sedangkan sepertiga lainnya mengaku selalu mengecek surel beberapa kali dalam sehari di luar jam kerja.
Responden lainnya mengungkapkan, mereka selalu menjawab surat elektronik itu dalam 15 menit. Peneliti mengungkapkan kebiasaan yang dilakukan karyawan dengan selalu mengecek dan menjawab surat elektronik dari bos, rekan kerja atau klien sebagai tekanan kerja jarak jauh.
Tekanan kerja ini bukan hanya menjadi penyebab stress di kantor tetapi juga bisa mengganggu kesehatan. Hasil penelitian yang akan dipublikasikan di Journal of Occupational Health Psychology menyebutkan, rutinitas mengecek dan menjawab surel memberikan kontribusi kepasa kelelahan fisik dan mental.
Para peneliti bertanya kepada 300 karyawan seberapa sering mereka membalas surel di jam kerja dan juga akhir pekan, hari libur serta saat tengah sakit. Mereka juga melihat waktu yang diperlukan karyawan untuk merespon surat elektronik yang masuk dan bertanya sejumlah pertanyaan terkait kesejahteraan dan juga dinamika di tempat kerja.
Karyawan yang mengalami tekanan kerja jarak jauh sepakat dengan pernyataan mengalami kelelahan seperti,” Saya tidak punya tenaga lagi untuk bekerja di pagi hari.” Mereka juga merasa lelah dan tidak fokus. Tekanan kerja jarak jauah ini juga terkait dengan tidur yang tidak nyenyak.
Hasil penelitian itu mengungkapkan bahwa mengecek dan menjawab surat elektronik bukan hal yang baik untuk kesehatan dan produktif. Karyawan juga dianjurkan untuk menonaktifkan surat elektronik mereka setelah jam kerja usai. (HuffingtonPost)
Berita Terkait
-
Langkah-Langkah Menyusun Surat Elektronik untuk Permintaan Donasi
-
Menteri dan Anggota DPR Malaysia Terima Surat Ancaman, Pelaku Minta Tebusan 100.000 Dolar AS
-
Cek Fakta: Benarkah Semua Surat Tanah dan Rumah Akan Jadi Milik Negara Jika Tidak Diubah ke Elektronik?
-
4 Fitur Rahasia Gmail yang Wajib Diketahui
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS