Suara.com - Sepanjang 2014 ini banyak sekali kasus aneh yang berhubungan dengan dunia kesehatan. Sayangnya, ilmu pengetahuan pun gagal mengklarifikasinya.
Lantas, kasus aneh apa saja di dunia kesehatan yang terjadi sepanjang 2014? Yuk, kita kilas balik lagi.
1. Perempuan lahir tanpa Otak Kecil (Cerebellum)
Seorang perempuan berusia 24 tahun di Cina baru menyadari bahwa sejak bayi memiliki rongga kosong di dalam tengkoraknya, yang seharusnya diisi oleh otak kecil atau istilah cerebellum. Dia bahkan hidup selayaknya manusia dengan kondisi fisik normal selama 24 tahun, bahkan kini telah menikah dan memiliki putri yang tak ada masalah pada otaknya. Meski kini tumbuh normal, perempuan muda itu mengaku baru bisa berjalan di usia 7 tahun dan berbicara mulai 6 tahun. Saat mengonsultasikannya ke dokter, ia mengaku mual dan pusing-pusing selama beberapa hari. Dokter lantas melakukan CAT Scan pada sang perempuan dan segera menemukan sumber masalahnya, yaitu tidak adanya otak kecil alias cerebellum di dalam rongga kepalanya yang berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh.
2. Migrain yang hingga kini belum diketahui penyebabnya
Migrain hingga kini masih menyisakan misteri penyebab kemunculannya. Peneliti pun masih yakin bahwa migrain merupakan penyakit genetik yang dibawa oleh keluarganya. "Jika salah satu orangtua memiliki riwayat migrain, maka 40 persen kemungkinannya anak mereka akan mengalaminya juga," kata peneliti. Ketika kedua orangtuanya memiliki migrain, presentase anak mengalami migrain meningkat hingga 90 persen. Namun, penyebab lain munculnya migrain tetap menjadi misteri hingga kini.
3. Anak 12 tahun kehilangan nafsu makan
Landon Jones, bocah laki-laki berusia 12 tahun mengalami kondisi yang sangat aneh. Dia kehilangan rasa lapar atau haus sehingga tak pernah makan dan minum. Awalnya setahun lalu, anak laki-laki yang berasal dari Cedar Falls, Iowa, AS, ini merasa ada sesuatu yang salah ketika ia terbangun. Kemudian, ia merasa pusing dan menderita sesak di dada. Namun, sejak hari itu, Landon tak punya keinginan untuk makan atau minum meskipun dia masih bisa mencicipi dan mencium dengan normal. Berat tubuh Landon juga mengalami penurunan dari 47 kilogram sampai 31 kg. Padahal, orangtuanya selalu mengingatkan dia untuk makan dan minum secara terus-menerus. Jika ia tidak bisa mencerna cukup kalori dengan makan, dokter mengatakan mereka mungkin harus memasang cairan infus.
4. Perempuan kehilangan denyut nadi saat melahirkan
Seorang perempuan berusia 40 tahun di Florida ditengarai telah menghembuskan nafas terakhirnya sesaat setelah melahirkan putri keduanya. Tapi tak berapa lama kemudian, sekitar 45 menit jantung perempuan ini tiba-tiba berdetak kembali. Kejadian ini berlangsung pada Oktober lalu. Saat itu Ruby Graupera-Cassimiro baru saja melahirkan putri keduanya, Taily lewat operasi caesar. Namun ternyata proses persalinan ini tidak berjalan lancar dan terjadilah komplikasi. Bahkan komplikasi yang dialami Ruby tergolong langka. Jadi, cairan ketuban dari rahim perempuan bertubuh besar ini masuk ke dalam aliran darahnya, dan mengakibatkan jantungnya berhenti berdenyut. Setelah hidup kembali, para dokter mendeteksi bahwa perempuan itu tidak mengalami kerusakan otak meskipun sempat kehilangan denyut nadi.
5. Sakit massal 200 remaja di Kolombia
Di El Carmen, Kolombia dilaporkan lebih dari 200 remaja perempuan masuk rumah sakit karena mengalami mual, sakit perut, dan kebas di bagian tangan. Belakangan masih belum diketahui penyebab dari kasus aneh ini. Namun, berdekatan dengan terjadinya kasus itu, penduduk desa El Carmen baru saja diperkenalkan dengan vaksin yang melindungi mereka dari infeksi virus HPV (Human Papilloma Virus). Tak diketahui pasti apakah sakit tiba-tiba yang dialami 200 orang remaja tersebut merupakan efek samping dari pemberian vaksin ini.
Selain lima kasus aneh tersebut, masih ada lagi kasus aneh lainnya yang terjadi di dunia sepanjang 2014 yang dapat Anda ketahui dalam artikel selanjutnya. (Medical Daily)
Tag
Berita Terkait
-
Kasatgas Tito Pastikan Layanan Kesehatan di Tiga Provinsi Pascabencana Pulih 100 Persen
-
Buku Perjalanan Menerima Diri, Wujudkan Self Love dengan Latihan Journaling
-
Antara Jurnal Scopus dan Kerokan: Membedah Pluralisme Medis di Indonesia
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Banjir Jakarta: Ancaman Kesehatan Publik yang Tersembunyi di Balik Genangan
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?