Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek mengatakan, sekitar 37 persen pertumbuhan anak di kawasan timur Indonesia masuk kategori gagal (stunting), yang merupakan dampak dari gizi buruk.
"Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, karena KTI (Kawasan Timur Indonesia) itu kaya akan potensi pangan dan kelautan," kata Nila, di sela-sela kehadirannya menjadi pembicara pada simposium yang digelar Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Minggu (1/2/2015).
Nila mengatakan, KTI yang kaya potensi perikanan sebagai sumber protein, dinilai belum mampu memberikan jaminan bagi perkembangan dan pertumbuhan anak-anak. Hal itu terbukti dengan masih tingginya stunting di KTI, yakni mencapai 37 persen.
Berkaitan dengan hal tersebut, ungkap Menkes, peran perguruan tinggi sangat penting dalam mengimplementasikan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi.
"Terjadinya stunting itu karena dipicu oleh gizi buruk sebagai akibat dari pola makan yang salah, yang juga tidak terlepas dari mind set suatu keluarga atau komunitas," katanya.
Lebih jauh, Menkes mengatakan bahwa faktor gizi juga turut mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang secara nasional tercatat 7,3 poin. Angka IPM tersebut menurutnya, meskipun sudah lebih meningkat dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 4 poin, namun diakui masih jauh di bawah negara tetangga yakni Malaysia dan Thailand.
"Karena itu, peran semua pihak sangat diperlukan, termasuk perguruan tinggi dengan Tridharma-nya," ujarnya.
Menkes pun mengatakan, peran semua pihak dibutuhkan untuk menyelamatkan negara, yang harus dimulai dengan perbaikan gizi pada anak yang bertujuan menciptakan generasi andal. [Antara]
Berita Terkait
-
Nasib Pilu Korban Penyekapan Bandung, Menkes Tak Bisa Jamin Pulih Sempurna
-
Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes
-
Tak Lagi Dianaktirikan, Menkes Pastikan BPJS Dokter Magang Kini Ditanggung Negara
-
Gaji Dokter Timpang! Menkes: Ada yang Miliaran, Ada yang Selevel Tukang Parkir
-
Miris! Menkes Budi Bongkar Sisi Gelap Dunia Medis: Banyak Nakes Kena Bullying dari Seniornya
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif