Suara.com - Persediaan semua jenis golongan darah di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Bali untuk kebutuhan pasien di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, dilaporkan masih aman. Hal itu karena PMI Bali rutin melakukan pencarian pendonor darah.
Humas UDD PMI Bali, Ni Made Aprini Megawati, di Denpasar, Rabu (27/5/2015), mengatakan bahwa pihaknya memiliki persediaan darah untuk jenis golongan A sebanyak 220 kantong, golongan B sebanyak 440, O sebanyak 290, serta AB sebanyak 50 kantong.
"Untuk saat ini, stok semua jenis golongan darah aman, dan untuk donor pengganti kami stop dulu, agar fokus untuk pasien saja. Namun apabila donor pengganti tetap ingin membantu keluarganya, kami akan izinkan," ujarnya.
Mega menyebutkan, meski ketersediaan untuk semua jenis golongan darah tergolong aman, pihaknya tetap melakukan pencarian darah ke setiap instansi pemerintah, swasta, maupun masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya. Sementara itu, UDD PMI Bali juga secara terus-menerus melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, agar mereka berperan aktif dalam kegiatan donor darah tersebut.
"Namun, kami juga mengharapkan kepada pendonor pengganti (untuk) ikut terlibat menjadi pendonor sukarela," ujarnya.
Mega menuturkan bahwa untuk pengadaan darah di UDD PMI Provinsi Bali, rata-rata per bulan mencapai 7.894 kantong. Dari jumlah tersebut, hampir semua permintaan menurutnya dapat dipenuhi. Namun, ada beberapa permintaan darah cadangan yang belum bisa dipenuhi.
"Rata-rata permintaan darah per bulan mencapai 4.679 kantong. Sementara itu, darah yang dipenuhi itu sebanyak 3.639 kantong," ujarnya.
Mega menjelaskan, beberapa permintaan darah cadangan yang tidak dapat dipenuhi tersebut karena sebagian kecil saja yang akan digunakan.
"Permintaan cadangan itu maksudnya, dokter atau tim medis meminta kepada kami untuk menyediakan darah untuk pasiennya. Namun selama ini, permintaan cadangan tersebut hanya sebagian kecil yang digunakan," paparnya.
Mega pun mengakui bahwa permintaan darah tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan di RSUP Sanglah saja. Namun UDD PMI Bali juga memberikan darah kepada rumah sakit swasta di beberapa wilayah lainnya di Bali.
"Rumah sakit lainnya yang juga kami bantu dalam permintaannya ada sekitar 30 rumah sakit di Bali, baik swasta maupun pemerintah," ujarnya. [Antara]
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia