Suara.com - Dua orang warga Korea Selatan (Korsel) dilaporkan meninggal dunia akibat terinfeksi virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV).
Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI, Prof dr Tjandra Yoga Aditama, ada tiga hal penting yang harus dipelajari dan diwaspadai dari kasus MERS CoV di Korsel, yaitu pihak yang ditulari, jumlah orang yang tertular, dan cara penularannya.
Sementara, tentang pihak yang ditulari dari kasus MERS CoV di Korsel ini, lanjut dia, ada empat pihak yang ditulari sekaligus, yaitu keluarga pasien dan petugas kesehatan yang merawatnya.
Tak hanya itu, kata prof Tjandra, virus MERS-CoV juga menulari orang lain yang kebetulan bersama-sama dirawat di satu bangsal dengan pasien di rumah sakit dan menulari orang yang tidak bertemu pasien penular, tapi tertular lantaran datang ke rumah sakit, di mana ada pasien MERS CoV dirawat.
Sedangkan mengenai jumlah orang yang ditulari, MERS CoV memang belum menular secara meluas. Namun Prof Tjandra tetap mengimbau agar masyarakat tetap waspada untuk mencegah penularan.
"Kejadian penularan dari satu orang ke sampai lebih dari 20an orang bisa menjadi semacam 'alarm' untuk kita waspada, karena penularannya sudah hampir menyerupai kasus lain seperti SARS (yang pernah satu kasus SARS menulari puluhan orang dan disebut super spreader)," kata jelasnya dalam pesan singkat yang diterima suara.com, Kamis (4/6/2015).
Terlebih antara SARS dan MERS CoV disebabkan oleh kelompok virus yang sama yakni Corona, tapi hanya jenisnya yang berbeda.
Sedangkan untuk cara menularkan, kasus MERS CoV yang merebak di Korsel diperkirakan menyebar melalui cara-cara berikut:
1. Langsung tertular dari pasien MERS CoV
Langsung tertular dari pasien MERS CoV yang merupakan indeks kasus yakni kasus pertama yang membawa MERS CoV ke Korea Selatan.
2. Tertular dari pasien lain, bukan dari indeks kasus, dimana pasien lain itu tertukar dari indeks kasus
"Kalau penularan seperti ini berlanjut maka patut diwaspadai kemungkinan "sustained human to human transmission", suatu hal yang jadi indikator amat penting terjadinya pandemi," imbuh Prof Tjandra.
3. Kemungkinan tertular dari petugas kesehatan
"Ini adalah salah satu bentuk penularan berkelanjutan yang memang lebih terbatas. Tentu ini perlu penelitian dan pembuktian lebih rinci," katanya.
4. Kemungkinan tertular dari lingkungan rumah sakit
"Cara penularan seperti ini cukup sering ditemui pada waktu SARS dulu, di mana benda seperti gagang pintu yang dipegang seorang pasien SARS, lalu ada pengunjung lain yang kebetulan memegang gagang pintu yang sama itu dan kemudian dia jadi tertular SARS. Apakah pola seperti ini juga terjadi pada MERS CoV tentu perlu penelitian dan pembuktian lebih rinci," imbuhnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?