Suara.com - Lima belas bulan yang lalu, bayi bernama Keira Drew Burns lahir secara prematur dengan berat yang tak lebih dari sekantung gula yakni sekitar 499 gram. Ia hanya hidup di kandungan sang ibu selama 25 minggu sebelum lahir ke dunia.
Tapi bayi mungil yang muat digendong dalam dua telapak tangan ini merupakan anugerah terbesar bagi kedua orangtuanya, Nichola dan Andrew Burns. Bagaimana tidak, Nichola, sang ibu, sempat mengalami keguguran yang menyebabkan air ketubannya pecah.
Tapi, dua minggu setelahnya, Keira justru lahir ke dunia meski membutuhkan perawatan yang intensif.
"Kami telah berusaha untuk mendapatkan bayi selama beberapa tahun dan hancur ketika saya hampir keguguran. Kelahiran Keira-Drew adalah keajaiban bagi kami," ungkap Nichola seperti dilansir laman Daily Mail.
Dokter yang menangani persalinan Nichola pun sempat mengatakan bahwa harapan hidup Keira sangat kecil. Ketika bayi lahir secara prematur, dokter menganggap bahwa paru-parunya akan tumbuh sangat kecil sehingga mempengaruhi proses pernapasannya.
"Dokter mengatakan kepada kami ada risiko tinggi infeksi jika bayi lahir secara prematur sehingga paru-paru mereka tidak berkembang dan menyulitkan saat bernapas," katanya.
Namun berkat perawatan yang sangat baik, terutama pemberian infus glukokortikoid, yakni steroid yang meniru hormon kortisol yang diterima Nichola ketika air ketubannya pecah, paru-paru Keira terus berkembang sehingga meminimalisir risiko kesulitannya untuk bernapas.
Namun masalah yang dialami Keira tak cukup sampai disitu. Dokter mengkhawatirkan kondisi jantung Keira yang sempat bermasalah. Namun setelah menjalani rangkaian pemindaian, hingga perawatan yang intensif selama 2.5 bulan di rumah sakit, kondisi Keira semakin membaik.
"Kami tidak bisa lebih lega dari melihat kondisi Keira semakin membaik. Suntikan steroid benar-benar menyelamatkan hidupnya, dan kami sangat bersyukur," imbuh Nichola.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
Terkini
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi
-
Multisport, Tren Olahraga yang Menggabungkan Banyak Cabang
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health