Suara.com - Masyarakat khususnya kaum hawa dibuat resah dengan hasil temuan YLKI terhadap merek pembalut dan pantyliner yang mengandung zat kimia klorin. Tak sedikit dari mereka yang panik lantaran merek pembalut maupun pantyliner yang digunakan tercantum dalam daftar mengandung klorin tersebut.
Arni Fauziah (33) misalnya, seorang pegawai swasta di bilangan Kuningan ini mengaku panik setelah merek pembalut yang biasa dipakainya berada di urutan pertama dalam daftar produk yang mengandung klorin. Dia juga semakin bingung ketika pihak Kementerian Kesehatan melansir bahwa produk pembalut dan pantyliner yang disebutkan YLKI telah melalui sederet tes sehingga aman digunakan.
"Saya panik banget pas tahu pembalut yang saya pakai paling besar kandungan klorinnya menurut YLKI. Sampai-sampai kepikiran beli yang herbal aja kali yah, walau agak mahal. Tapi nggak berapa lama, Kemenkes bilang itu aman. Jadi bingung yang benar yang mana," kata Arni kepada suara.com, Kamis (9/7/2015)
Beda halnya dengan Arni, Anisa (23), perempuan karier yang bergerak di bidang Advertising Agency mengaku bahwa dirinya tak begitu terpengaruh dengan pemberitaan yang ada. Anisa menyadari bahwa klorin memang digunakan dalam proses pemutihan bahan baku pembalut sehingga dirinya tak terlalu panik.
"Saya sih nggak takut soalnya klorin kan memang pasti dipakai. Cuma kadarnya saja yang ada batasnya. Selama belum merasa alergi, santai saja pakai merek pembalut yang biasa dipakai," kata Anisa.
Reaksi berbeda juga datang dari perempuan bernama Ajeng (22). Ia mengaku takut dengan efek jangka panjang yang ditimbulkan dari pemakaian pembalut berklorin. Namun Ajeng juga pasrah karena tak tahu harus alternatif apa yang harus diambilnya jika keseluruhan pembalut yang beredar disebut-sebut berbahaya bagi organ intim perempuan.
"Kalau saya 60 persen takut, 40 persen pasrah. Takut sama efek jangka panjangnya, tapi pasrah juga karena nggak tahu harus pakai apalagi sebagai solusinya," pungkas Ajeng.
Sebelumnya, YLKI melansir temuan uji sampling terhadap sembilan merek pembalut dan tujuh merek pantyliner yang positif mengandung zat kimia klorin. Peneliti YLKI, Arum Dinta menyebut bahwa reaksi yang ditimbulkan oleh pemakaian pembalut berklorin antara lain iritasi, gatal-gatal, keputihan, hingga kanker.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa produk pembalut yang dinyatakan oleh YLKI mengandung klorin, aman digunakan. Pasalnya semua merek pembalut atau pantyliner yang terdaftar di Kemenkes telah melewati sederet uji keamanan, mutu dan kemanfaatan produk dari laboratorium yang terakreditasi.
"Produk yang diuji kemarin telah memiliki izin edar dan dalam memberikan izin edar Kemenkes mengharuskan setiap pembalut memenuhi SNI 16-6363-2000 yakni harus memiliki daya serap minimal 10 kali dan tidak berfluoresensi kuat. Artinya kontaminasi residu klorin yang diperbolehkan hanya sedikit," kata Maura Linda Sitanggang selaku Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI baru-baru ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari