Suara.com - Tanya:
Selamat siang, Dokter.
Mohon pencerahannya. Saya lagi bingung dengan keadaan saya. Rencananya saya mau menambah momongan, Dok. Saat ini hpht saya tanggal 18 Juli. Kemudian, tanggal 22 Juli, saya progam hamil ke dokter kandungan, dan di-usg serta hsg melalui vagina.
Dokter bilang rahim saya tidak bermasalah dan keadaannya subur. Kemudian, saya diberi resep obat inlacin 50 mg, dan folat acid. Harusnya di bulan ini pada tanggal 18 Agustus, saya datang bulan, tapi sampai sekarang belum datang juga.
Saya merasa mual, kepala pusing dan tidak nafsu makan. Terakhir, saya melakukan test pack sebelum telat haid tanggal 16 dan hasilnya negatif. Saya mau melakukan tes lagi namun saya ragu, Dok. Kapan saya harus ke dokter kandungan lagi? Terima kasih, Dok.
Ervina Sarmila
Jawab:
Dear Ervina,
Anda harus memastikan bahwa Anda sudah menjalani pemeriksaan lengkap seperti pemeriksaan kadar hormon dan analisa sperma. Jika memang Anda telah diperiksa secara menyeluruh dan hasilnya normal, maka yang dapat Anda lakukan adalah dengan membiasakan hubungan seksual secara rutin 3 hari sekali.
Pemeriksaan kehamilan dengan menggunakan test pack sebaiknya dilakukan 14 hari setelah hubungan seksual pada masa subur atau 2 hari setelah terlambat haid. Jika haid tidak kunjung datang juga, pemeriksaan test pack dapat diulang 2 minggu kemudian.
Apabila hasilnya tetap negatif, maka kemungkinan besar Anda memang belum hamil. Anda dapat mengonsultasikannya lebih lanjut kepada dokter kandungan dan kebidanan konsultan Anda.
Sekian dan semoga membantu.
Dijawab oleh dr. Nina Amelia Gunawan
Sumber: www.meetdoctor.com
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya