Suara.com - Jangan anggap remeh parfume dan plastik. Penelitian menemukan kalau zat kimia yang terkandung di dalamnya bisa berpengaruh pada kesuburan dan kualitas sperma.
Menurut penelitian terkini, salah satu hal yang dapat memicu perlambatan sperma antara lain paparan bahan kimia yang umum ditemukan pada plastik, seperti wallpaper ruangan, sandal, cat kuku, parfum, lantai dan karpet.
Menurut peneliti dari Lund University di Swedia, lelaki dengan paparan yang lebih tinggi (zat DEHP) atau disebut phthalate dapat memicu perlambatan kecepatan sperma. Hal ini bisa menjadi salah satu faktor banyak pasangan yang kesulitan memiliki anak.
Untuk mendapatkan temuan ini para peneliti telah mempelajari tingkat metabolit dari phthalate DEHP dalam urin sebagai indikator eksposur, serta melihat kualitas sperma dari 300 pria berusia 18 dan 20 tahun.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat metabolit yang lebih tinggi, berpengaruh pada semakin rendahnya motilitas sperma atau kecepatan pergerakan sperma mereka," kata Jonatan Axelsson, peneliti di departement of laboratory medicine di sebuah universitas.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hanya seperempat lelaki yang memiliki tingkat terendah paparan phthalate. Atau dengan kata lain, sebagian besar responde laki-laki lainnya termasuk yang terpapar oleh bahan kimia yang bisa memperlambat kecepatan spermanya.
Peneliti berujar bahwa lelaki yang terpapar zat ini, maka semakin kecil kemungkinan untuk memiliki anak.
"Sebabnya bisa apa saja, namun salah satunya adalah paparan bahan kimia yang berasal dari plastik," imbuh peneliti. (Zeenews)
Berita Terkait
-
Paus Sperma Sepanjang 10 Meter Terdampar di Kolaka
-
Waspada! Pria Alami Sperma Kosong hingga Sulit Punya Buat Hati, Dokter Ungkap Sebabnya
-
Paus Sperma Sepanjang 20 Meter Terdampar di Situbondo
-
Kenapa Cek Sperma Jadi Prioritas dalam Program Kehamilan? Ini Kata Pakar
-
Mengapa Sperma Salmon Jadi Tren Perawatan Anti-Aging Terbaru?
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?