Suara.com - Pertolongan pertama seperti apa yang harus dilakukan pada mereka yang mengalami patah tulang? Dokter spesialis tulang Rumah Sakit Premier Bintaro, Dr Margareta Arianni SpOT (K), meminta masyarakat untuk tidak melakukan pengurutan ketika patah tulang.
"Urut tidak boleh ketika patah tulang. Haram hukumnya karena dapat memperparah peradangan," ujar Margareta di Jakarta, Rabu (23/12/2015).
Dia menjelaskan setiap pijat yang dilakukan pada cedera tersebut bisa mencederai syaraf lainnya. Sehingga pijat atau urut tidak diperkenankan untuk kasus patah tulang.
"Sebaiknya dilakukan pemeriksaan terhadap cedera, jangan sembarang diurut karena dikhawatirkan bisa memperparah cedera tersebut," tambah dia.
Pengurutan juga tak boleh dilakukan pada nyeri pada pergelangan tangan. Margareta menjelaskan nyeri pergelangan tangan bisa disebabkan gangguan di salah satu dari struktur-struktur dalam sendi tersebut, baik tulang, ligament, kapsul maupun tendon, nyeri pergelangan tangan dapat dialami semua orang dari berbagai profesi aktifitas maupun umur.
"Pergelangan tangan merupakan sendi yang rumit, yang tersusun oleh ujung tulang radius dan ulna, delapan tulang karpal, dan pangkal tulang-tulang metacarpal. Tulang-tulang ini saling bertautan melalui ligamen-ligamen, yang menjaga sendi pergelangan tangan tetap stabil namun fleksibel," jelas dia.
Diperlukan pemeriksaan radiologi sebagai penunjang untuk menegakkan diagnosis.
"Beberapa kasus dapat ditangani secara konservatif seperti obat, fisioterapi, pengobatan. Pada kasus yang memerlukan pembedahan "Wrist Arhtrocopy". Kelebihan Wrist Arthroscopy adalah luka yang kecil, nyeri pasca operasi yang lebih ringan, dan relative lebih aman dibandingkan bedah terbuka serta pemulihan dan perawatan yang singkat," terang dia.
Sementara itu dokter tulang lainnya dari RS Premier Bintaro, Dr dr Lukman Shebubakar SpOT (K) menjelaskan bahwa tangan merupakan organ tubuh yang sangat kompleks. Organ ini memiliki jaringan yang lebih rumit dibandingkan organ-organ lain.
"Trauma atau cedera pada tangan hendaknya ditangani secara baik dan diperiksakan ke dokter orthopedi, karena bila salah dalam penanganan, kemungkinan fungsinya akan mengalami kemunduran," kata Lukman. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Ole Romeny Balas Keraguan: Tak Semua Percaya Saya Bisa Kembali ke Timnas Indonesia
-
Sinyorita Esperanza Kembali Berjalan Normal Setelah Patah Tulang: Tapi...
-
Sinyorita Esperanza Akhirnya Bisa Jalan Lagi! Intip Perjuangannya Sembilan Bulan Terakhir
-
Lem Super Sembuhkan Tulang Patah Dalam 3 Menit? Klaim China Bikin Dokter Ortopedi Tercengang!
-
Ole Romeny Patah Tulang, Penyerang Jangkung 1,88 Meter Segera Menghadap DPR
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem