Suara.com - Sebuah studi terkini yang dilakukan peneliti dari University of Texas, MD Anderson Cancer Center, menyebut bahwa berlebihan mengonsumsi gula pasir dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Penelitian yang dilakukan terhadap tikus ini menunjukkan bahwa asupan gula dalam jumlah besar meningkatkan risiko pertumbuhan tumor payudara.
"Studi ini menemukan bahwa pada usia enam bulan, 58-60 persen tikus yang diberi asupan sukrosa mengembangkan tumor payudara," ujar peneliti, Prof Peiying Yang.
Tak hanya itu, peneliti juga menemukan bahwa tikus yang mendapatkan asupan sukrosa lebih mungkin mengalami penyebaran kanker hingga ke bagian paru-paru.
Peneliti pun mengingatkan agar masyarakat membatasi konsumsi gula dari makanan dan minuman berperisa manis untuk terhindar dari risiko mengidap kanker payudara di kemudian hari.
Di Amerika Serikat, peningkatan konsumsi minuman manis berkontribusi terhadap kenaikan jumlah kasus obesitas, penyakit jantung dan kanker. (Foxnews)
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak