Suara.com - Nasib malang menimpa bayi yang baru berusia 11 bulan, Aqifa Putri. Putri akhirnya meninggal dunia sesaat setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ako, Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Sulawesi Barat.
"Awalnya anak kami hanya mengalami muntah-muntah, namun setelah tiba di RSUD Matra malah kondisi anak kami memburuk dan bahkan tak bisa tertolong lagi," kata Muhammad Yahya orang tua korban saat berada di rumah duka di Bulu Cindolo Matra, Senin.
Ia merasa terkejut melihat kondisi putrinya yang tak bernyawa usai mendapat perawatan medis. Bukannya membaik, malah kondisi kesehatan putrinya memburuk setelah disuntik oleh salah seorang perawat di RSUD itu.
"Keluarga tak menyangka anak kami yang hendak berobat ke RSUD Ako itu justru meninggal pada saat tengah ditangani para medis. Kejadian ini membuat kami curiga bahwa kuat dugaan ada malpraktek yang dilakukan oleh pihak RSUD Ako saat menangani Korban," terang Yahya dengan mata berkaca-kaca.
BACA JUGA:
Wabah Virus Zika Meluas, WHO Umumkan Status Darurat Internasional
Yahya menyebutkan, sekitar pukul 11.30 Wita anaknya dibawa ke RSUD Ako setelah mengalami muntah. Namun, setelah diberikan suntikan oleh perawat, Aqifa pun menjadi kejang-kejang dan akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 12.30 siang.
Saat tiba di RSUD kata dia, dirinya langsung menuju ke ruang UGD. Pada saat itu belum ada diagnosa dari dokter.
"Perawat sempat bertanya bahwa putri kami harus dirawat. Selang beberapa saat kemudian putri saya kemudian disuntik. Namun belum lama selesai disuntik, putri kami langsung kejang-kejang hingga menghembuskan napas terakhirnya," urai Yahya.
Saat perawat melakukan penanganan terhadap putrinya memang telah merasakan firasat lain karena beberapa perawat silang pendapat dalam hal penanganan putrinya.
"Saat anak saya disuntik oleh perawat, sempat salah satu dari mereka menarik tangan dari perawat yang melakukan penyuntikan, sehingga cairan suntikan tersebut tidak habis masuk ke dalam tangan Aqifa dan langsung ditarik. Setelah disuntik dan di pasangi infus, Aqifa kemudian kejang-kejang, di saat yang bersamaan perawat di RSUD Ako menyampaikan kalau anak saya harus dirujuk," ujarnya.
Padahal sebelum disuntik, putrinya masih sempat bermain dengan perawat. Namun belum sempat dibuatkan surat rujukan, anak itu sudah meninggal dengan kondisi kuku dan bibirnya telah membiru.
Sementara, KTU RSUD Ako, Ibrahim mengatakan, sampai saat ini belum ada penyempaian dari dokter jaga terkait adanya bayi yang meninggal itu.
"Yang berhak menyampaikan rekam medik pasien itu adalah dokter, karena saat ini belum ada penyampaian dari dokter jaga," terangnya. (Antara)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Bahaya Paparan Plastik pada Ibu Hamil
Keluarga Jessica Ogah Minta Maaf ke Keluarga Mirna
Alasan Jessica Iskandar Perlihatkan Wajah El
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia