Suara.com - Komputer merupakan salah satu perangkat kerja yang sering dipakai orang. Mulai dari anak-anak hingga dewasa. Kehidupan yang semakin moderen menuntut orang untuk sering bersentuhan dengan teknologi ini.
Namun, Anda juga perlu berhati-hati karena sering menggunakan komputer bisa menyebabkan risiko kesehatan, salah satunya carpel tunnel syndrome. Kondisi ini menyebabkan tangan dan lengan mati rasa, kesemutan dan gejala lainnya.
Keluhan ini terjadi karena saraf terjepit di pergelangan tangan.
Banyak faktor yang bisa menyebabkan sindrom ini, termasuk anatomi pergelangan tangan, gangguan kesehatan tertentu dan pola penggunaan tangan.
Lantas, apa saja gejalanya bila Anda terkena carpel tunnel syndrome? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari thehealthsite.com.
1. Nyeri pada jari
Mengetik pada keyboard komputer memicu kemunculan koloni mikroba tendonitis di pergelangan tangan dan ibu jari. Kondisi ini menyebabkan rasa nyeri di jari. Dalam beberapa kasus, rasa nyeri bisa menyebar hingga lengan.
2. Pembengkakan
Sebagian besar orang sering menyepelekan pembengkakan yang terjadi di tangan lantaran berpikir akan sembuh dengan sendirinya. Namun bila
mengalami pembengkakan atau benjolan di tangan setelah bekerja selama berjam-jam dengan keyboard komputer, pembengkakan ini bisa saja gejala carpel tunnel syndrome.
3. Lengan sakit saat digerakkan
Menghabiskan banyak waktu dengan keyboard komputer bisa mengganggu saraf yang ada di pergelangan tangan yang pada gilirannya bisa menyebabkan rasa sakit di pergelangan tangan saat digerakkan. Bila Anda mengalami ini, beristirahatlah sejenak.
4. Kesemutan pada jari
Jari tangan yang digunakan terus-menerus untuk mengetik membuat saraf lengan mengalami tekanan. Kondisi ini bisa menyebabkan timbulnya kesemutan pada jari. Dalam beberapa kasus, kesemutan bahkan nyeri tersebut akan terasa pada lengan saat Anda bangun tidur.
5. Kesulitan menggenggam atau memegang benda
Kekakuan atau kesemutan pada lengan dan jari akibatnya seringnya menggunakan komputer bisa menyebabkan lengan menjadi lemah. Inilah yang menyebabkan tangan jadi kesulitan memegang benda bahkan bisa membuat benda jatuh lantaran tak kuat menahan beratnya.
Bila gejala-gejala itu yang Anda alami, segera konsultasi ke dokter agar terhindar dari kondisi yang semakin memburuk. Dan, untuk mencegah risiko carpel tunnel syndrome, biasakan untuk istirahat sejenak di sela-sela kesibukan Anda dengan melakukan peregangan atau perbanyak bergerak agar tubuh tidak terlalu lama berdiam di bangku.
Tag
Berita Terkait
-
Risiko Kesehatan Terbesar bagi Penggemar Piala Dunia 2026 Menurut Ahli
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Riset Ungkap Risiko Kesehatan dari Talenan Plastik yang Sering Dipakai di Rumah
-
Pemanis Alternatif yang Lebih Sehat daripada Gula Pasir
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance