- Talenan plastik populer karena ringan, terjangkau, serta mudah kering, tetapi menghasilkan goresan sarang bakteri.
- Riset terbaru mengindikasikan penggunaan talenan plastik melepaskan mikroplastik ke makanan, berpotensi mengganggu metabolisme tubuh.
- Paparan zat kimia seperti BPA dari talenan plastik juga berisiko mengganggu keseimbangan hormon jika terjadi keausan.
Suara.com - Talenan plastik selama ini menjadi perlengkapan dapur favorit karena dinilai praktis, ringan, dan mudah dibersihkan. Namun, sejumlah riset terbaru mengungkap bahwa penggunaan talenan berbahan plastik menyimpan potensi risiko kesehatan yang kerap luput dari perhatian.
Para peneliti menemukan bahwa aktivitas memotong bahan makanan di atas talenan plastik dapat menyebabkan pelepasan partikel mikroplastik. Partikel berukuran sangat kecil ini berpotensi menempel pada makanan dan masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi sehari-hari.
Berikut sejumlah fakta penting terkait penggunaan talenan plastik yang perlu diketahui masyarakat.
1. Banyak Digemari karena Praktis dan Terjangkau
Talenan plastik banyak digunakan karena bobotnya ringan dan harganya relatif lebih murah dibandingkan talenan kayu atau granit. Material plastik juga tidak menyerap air sehingga lebih mudah dibersihkan dan cepat kering. Selain itu, sebagian besar talenan plastik aman dicuci menggunakan mesin pencuci piring, berbeda dengan talenan kayu yang berisiko retak akibat panas.
2. Goresan Pisau Jadi Sarang Bakteri
Meski praktis, permukaan talenan plastik yang relatif lunak membuatnya mudah tergores pisau. Goresan ini berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya bakteri karena sulit dibersihkan secara menyeluruh. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kontaminasi silang antar bahan makanan, terutama jika talenan digunakan bergantian untuk daging mentah dan bahan siap konsumsi.
3. Riset Temukan Risiko Paparan Mikroplastik
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan talenan plastik dapat menghasilkan ribuan partikel mikroplastik setiap tahun. Partikel ini dapat menempel pada bahan makanan dan ikut termasak. Dalam jangka panjang, akumulasi mikroplastik di dalam tubuh dikaitkan dengan potensi gangguan pada sistem metabolisme dan hormonal, meski dampak pastinya masih terus diteliti.
Baca Juga: Horor! Sampah Plastik Kini Ditemukan di Rahim Ibu Hamil Indonesia, Apa Efeknya ke Janin?
4. Potensi Paparan Zat Kimia Berbahaya
Selain mikroplastik, talenan plastik juga berisiko melepaskan zat kimia seperti Bisphenol A (BPA) dan phthalates, yang kerap digunakan dalam proses produksi plastik. Zat tersebut dapat berpindah ke makanan, terutama jika talenan terkena panas atau mengalami keausan. Paparan jangka panjang bahan kimia ini diduga dapat mengganggu keseimbangan hormon.
5. Disarankan Rutin Diganti
Ahli menyarankan agar talenan plastik diganti secara berkala. Talenan yang sudah banyak goresan, berubah warna, atau permukaannya tidak rata menandakan tingkat keausan yang tinggi dan berpotensi meningkatkan pelepasan mikroplastik. Alternatif seperti talenan kayu atau material lain yang lebih tahan lama dinilai dapat mengurangi risiko paparan polutan plastik.
Dengan temuan-temuan tersebut, masyarakat diimbau lebih bijak dalam memilih dan menggunakan peralatan dapur, termasuk talenan, sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jangka panjang.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Cegah Ketimpangan, Legislator Golkar Desak Kemensos Perluas Lokasi Sekolah Rakyat di Seluruh Papua
-
Teknis Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said: Mulai Jam 11 Malam, Tak Perlu Tutup Jalan
-
Polri Tegaskan Patuh KUHAP Baru, Bakal Stop Tampilkan Tersangka?
-
KPK Duga Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Terima Uang Rp600 Juta dari Kasus Suap Ijon Proyek
-
Alarm Keamanan di Yahukimo, Pangdam Minta Gibran Tak Mendarat: Ada Gerakan Misterius
-
Geledah Kantor PT Wanatiara Persada dalam Kasus Pajak, KPK Amankan Dokumen Kontrak hingga HP
-
Horor PPDS Mata Unsri: Dipalak Senior Sampai Coba Bunuh Diri, Kemenkes Turun Tangan
-
Tiang Monorel Kuningan Akhirnya Dibongkar, Sutiyoso: Semoga Nggak Sakit Mata Lagi Kalau Lewat Sini
-
Senyum Sumringah Pramono Kala Tiang Monorel Mangkrak di Kuningan Mulai Dibongkar
-
KPAI Soal Kisah Aurelie Moeremans: Child Grooming Kerap Tak Terdeteksi karena Minim Pengetahuan