Suara.com - Perut kembung selama kehamilan sebenarnya merupakan kondisi kesehatan yang umum terjadi. Keluhan ini biasanya disebabkan oleh peningkatan hormon progesteron dalam tubuh.
Namun, Bunda juga perlu mengetahui bahwa keluhan ini juga bisa disebabkan oleh makanan tertentu yang dapat memicu gas dalam perut.
Lantas, apa saja makanan yang dapat menyebabkan perut kembung selama kehamilan? Berikut penjelasannya seperti dilansir livestrong.
1. Lobak dan parika hijau
Lobak dan paprika hijau memiliki kandungan yang dapat memicu timbulnya gas sehingga dapat menyebabkan perut kembung. Oleh sebab itu, sebaiknya kurangi konsumsi sayuran ini selama kehamilan.
2. Kentang
Kandungan pati dalam kentang diketahui bisa memperlambat pencernaan, yang pada gilirannya memicu gas dalam perut yang mengakibatkan perut kembung. Jika Anda termasuk penggemar kentang, sebaiknya kurangi sedikit konsumsi kentang selama kehamilan.
3. Kubis
Meski merupakan sayuran baik yang kaya serat, tapi kubis memiliki potensi untuk memicu timbulnya gas dalam perut ketika dikonsumsi. Selain itu, kubis juga merupakan sayuran yang dapat memperlambat pencernaan dan memicu timbulnya rasa mulas pada ibu hamil.
4. Mentimun
Meski kandungan airnya dapat memperlancar sistem pencernaan, tapi kandungan air dalam mentimun ini juga bisa menyebabkan perut kembung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya